Gubernur Norsan: Jangan Raup Keuntungan di Tengah Antrean BBM

Pontianak, IDN Times - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) untuk meraup keuntungan pribadi, khususnya di wilayah Pontianak.
“Jangan ada yang mengambil keuntungan pribadi yang mengorbankan masyarakat, seperti menimbun BBM,” tegas Norsan, Sabtu (21/3/2026).
Dia mengakui, antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama Forkopimda se-Kalimantan Barat.
Sebelumnya viral sebuah unggahan di marketplace Facebook, warga menjual BBM dengan jeriken berisi 5 liter dengan harga Rp150 ribu. “Yang mau-mau aja soalnya saya dari siang antre,” sebut akun tersebut.
1. Pastikan stok BBM aman

Koordinasi intensif bersama Forkopimda terus dilakukan guna mencari solusi cepat agar distribusi BBM kembali normal.
“Soal antrean ini terus kami bahas bersama Forkopimda se-Kalbar,” ujarnya.
Meski antrean terjadi di berbagai titik, Norsan memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan terkendali berdasarkan laporan dari Pertamina.
“Saya minta masyarakat tidak panik. Stok terkendali dan insyaallah tersedia,” katanya.
2. Minta Pertamina tingkatkan pasokan

Untuk mengurai kepadatan antrean, Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan BBM ke SPBU ditingkatkan dalam waktu dekat.
“Insyaallah satu dua hari ini SPBU kita minta disuplai semuanya agar antrean bisa terurai,” sebutnya.
3. Minta warga tenang dan tak terpancing situasi

Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing situasi, sembari memastikan distribusi BBM segera kembali lancar setelah lebaran.
Sementara dari pantauan di lapangan, hari pertama Idulfitri antrean di sejumlah SPBU di Pontianak mulai berkurang. Antrean BBM tak sepanjang sebelumnya. Pemerintah pun minta SPBU buka dalam waktu 24 jam saat Idulfitri dan untuk mengurangi antrean panjang.


















