Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Tips Pakai Paylater biar Gak Jadi Jebakan Utang
ilustrasi paylater (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
  • Paylater menawarkan kemudahan bertransaksi, tetapi penggunaan tanpa perhitungan berisiko membuat pengeluaran membengkak dan beban utang bertambah.
  • Pengguna perlu membedakan kebutuhan dan keinginan, membatasi total cicilan maksimal 30 persen pendapatan bulanan, serta memakai paylater hanya untuk kondisi mendesak.
  • Setiap transaksi perlu dicatat dan dipantau, tagihan dibayar tepat waktu untuk menghindari denda, serta uang tunai, tabungan, dan anggaran bulanan diprioritaskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Layanan paylater kini semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli barang atau membayar kebutuhan terlebih dahulu, lalu melunasinya kemudian.

Kemudahan tersebut memang praktis. Namun, jika digunakan tanpa perhitungan, paylater bisa membuat pengeluaran membengkak dan menambah beban utang.

Agar tetap aman dan tidak kebablasan, berikut enam tips menggunakan paylater secara bijak.

1. Pahami kebutuhan vs keinginan

Ilustrasi perbandingan pengalaman belanja online berbasis AI dengan pengalaman langsung di toko fisik. (Dibuat menggunakan AI oleh penulis)

Sebelum melakukan checkout menggunakan paylater, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya karena tergoda.

Buat daftar prioritas dan dahulukan kebutuhan penting. Misalnya, menggunakan paylater untuk membeli bahan makanan atau kebutuhan sehari-hari masih bisa dipertimbangkan.

Sebaliknya, jika hanya digunakan untuk membeli gawai terbaru atau barang yang tidak mendesak, sebaiknya pikirkan kembali sebelum bertransaksi.

2. Buat batas penggunaan

ilustrasi kartu kredit, utang, cicilan, pinjaman (magnific.com/jcomp)

Menentukan batas penggunaan paylater penting agar cicilan tidak mengganggu kondisi keuangan.

Sebagai salah satu patokan pengelolaan keuangan, usahakan total cicilan tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan.

Jangan mudah tergoda menaikkan limit meski aplikasi menawarkan tambahan plafon. Semakin besar limit yang tersedia, semakin besar pula potensi pengeluaran dan utang jika tidak dikendalikan.

3. Prioritaskan pembayaran tepat waktu

ilustrasi memisahkan cicilan dari penghasilan (magnific.com/magnific)

Jangan sampai lupa membayar tagihan paylater. Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan denda atau biaya tambahan sesuai ketentuan layanan yang digunakan.

Agar tidak terlewat, manfaatkan fitur pengingat di ponsel atau aktifkan notifikasi dari aplikasi paylater.

Membayar tagihan tepat waktu juga membantu menjaga riwayat kredit tetap baik.

4. Hanya gunakan di situasi mendesak

ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Helena Lopes)

Jika masih ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan, pertimbangkan untuk tidak menggunakan paylater.

Fitur ini sebaiknya tidak dijadikan andalan untuk memenuhi kebutuhan rutin. Sebelum menggunakannya, tanyakan kepada diri sendiri, "Apakah kebutuhan ini bisa dibayar dengan uang tunai atau ditunda?"

Jika jawabannya bisa, paylater mungkin bukan pilihan yang perlu digunakan.

5. Selalu catat dan pantau pengeluaran

ilustrasi belanja online (pexels.com/Thirdman)

Jangan menggunakan paylater tanpa mengetahui berapa besar total utang yang harus dibayar.

Catat setiap transaksi, mulai dari tanggal pembelian, jumlah cicilan hingga jatuh tempo pembayaran. Cara sederhana ini dapat membantu mengontrol pengeluaran dan mencegah tagihan menumpuk.

Mencatat pengeluaran juga bisa membantu melihat pola konsumsi. Jika paylater mulai terlalu sering digunakan untuk membeli barang yang tidak penting, itu bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi kembali kebiasaan belanja.

6. Manfaatkan sumber keuangan lainnya

ilustrasi seorang wanita muda menangani tugas-tugas keuangan dengan dokumen (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Sebelum menggunakan paylater, cek terlebih dahulu apakah ada pilihan pembayaran lain.

Jika memiliki uang tunai atau tabungan yang memang sudah dialokasikan untuk kebutuhan tersebut, pertimbangkan untuk menggunakannya. Hindari menjadikan paylater sebagai solusi untuk kebutuhan rutin.

Selain itu, buat anggaran bulanan yang realistis agar pengeluaran lebih terkontrol. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, kebutuhan sehari-hari tidak harus bergantung pada cicilan.

Paylater memang menawarkan kemudahan dalam bertransaksi. Namun, jika digunakan tanpa perhitungan, fitur ini dapat menambah beban keuangan.

Kuncinya adalah membedakan kebutuhan dan keinginan, menetapkan batas penggunaan, mencatat setiap transaksi, serta membayar tagihan tepat waktu. Dengan begitu, kemudahan paylater bisa dimanfaatkan tanpa membuat kondisi keuangan ikut terbebani.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article