Hujan Deras Picu Banjir di Sanggau, Dua Rumah Roboh Diterjang Longsor

- Hujan deras sejak Selasa malam hingga Rabu memicu banjir di Desa Nekan dan longsor di Dusun Gramajaya, Entikong, Kabupaten Sanggau.
- Puluhan rumah serta kantor Desa Nekan terendam; warga, aparat, dan petugas memprioritaskan evakuasi barang sehingga jumlah keluarga terdampak belum dipastikan.
- Longsor merusak sejumlah rumah di Dusun Gramajaya, dengan dua rumah roboh; BPBD berkoordinasi untuk penanganan darurat dan mengingatkan potensi bencana susulan.
Sanggau, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), sejak Selasa malam hingga Rabu (4/11/2026), membuat warga Desa Nekan harus menghadapi banjir dan tanah longsor. Air merendam puluhan rumah, sementara longsor menerjang permukiman di Dusun Gramajaya hingga menyebabkan dua rumah warga roboh.
Di tengah bencana tersebut, warga berpacu menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang berharga dari rumah mereka. Situasi ini membuat warga harus bergerak cepat untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat banjir dan longsor.
Bencana tersebut tidak hanya berdampak pada permukiman penduduk, tetapi juga fasilitas pemerintahan desa. Kantor Desa Nekan turut terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
1. Curah hujan tinggi penyebab longsor

Hujan picu banjir di Entikong, Sanggau. (IDN Times/istimewa). Dampak banjir paling dirasakan warga Dusun Nekan. Sementara itu, di Dusun Gramajaya, ancaman datang dari pergerakan tanah yang menerjang kawasan permukiman hingga merusak sejumlah rumah warga.
Camat Entikong, Miko Martoyo, mengatakan bencana tersebut dipicu tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama, mulai Selasa malam hingga Rabu sore.
“Curah hujan yang terjadi sejak tadi malam hingga sore ini menyebabkan Dusun Nekan banjir dan Gramajaya mengalami longsor,” ungkap Miko, Kamis (5/11/2026).
2. Warga utamakan selamatkan barang berharga

Rumah warga alami rusak akibat longsor. (IDN Times/istimewa). Hingga Rabu sore, pihak kecamatan belum dapat memastikan jumlah kepala keluarga yang terdampak. Pendataan masih berlangsung karena warga, aparat desa, dan petugas di lapangan tengah memprioritaskan penyelamatan barang serta pengamanan lingkungan.
Bahkan, kantor kepala desa turut terendam sehingga aktivitas pendataan belum bisa dilakukan secara maksimal.
“Karena semuanya sedang sibuk mengevakuasi barang, data belum bisa kami sajikan. Termasuk kantor kepala desa juga ikut terendam. Data baru bisa kami sampaikan setelah kondisi agak tenang,” jelasnya.
3. Rumah warga dikabarkan roboh

Hujan lebat picu longsor di Sanggau. (IDN Times/istimewa). Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, serta relawan yang sudah berada di lokasi bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro, mengatakan koordinasi dilakukan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus mempersiapkan langkah penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu bencana susulan.
“Koordinasi ini untuk memantau perkembangan banjir dan longsor di sana serta rencana penanganan bencana dan pascabencana. Yang terpenting masyarakat harus diamankan dulu,” tegas Hendro.
Berdasarkan laporan sementara BPBD, sejumlah rumah di Dusun Gramajaya mengalami kerusakan akibat longsor. Bahkan, dari beberapa bangunan, dua rumah warga setempat dikabarkan mengalami kerusakan paling parah hingga roboh.
BPBD Kabupaten Sanggau juga mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di sekitar lereng dan kawasan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Hujan susulan dapat memperburuk kondisi tanah yang sudah labil dan memicu pergerakan tanah kembali,” tukasnya.
Hingga kini, proses pendataan korban terdampak dan kerusakan bangunan masih terus dilakukan.





















