Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ifan Seventeen Cicipi Durian Jemongko, Berpotensi Jadi Ikon Kuliner
Ifan Seventeen cicipi durian jemongko di Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Kunjungan Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen, ke Pontianak diwarnai pengalaman baru. Untuk pertama kalinya, ia mencicipi Durian Jemongko di Pusat Kuliner UMKM Pontianak, Jalan Letkol Sugiono.

Ifan mengaku terkesan dengan cita rasa durian khas Kalimantan Barat tersebut. Menurutnya, Durian Jemongko memiliki karakter rasa yang unik dan berpotensi menjadi salah satu ikon kuliner Pontianak yang mampu menarik minat wisatawan.

1. Harap durian Jemongko jadi local wisdom

Ribuan buah durian jemongko hadir di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Ia menilai budaya menikmati durian sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak. Kehadiran Durian Jemongko, lanjutnya, semakin memperkuat tradisi tersebut karena buah yang dipasarkan telah melalui proses seleksi dan kontrol kualitas sehingga cita rasanya tetap terjaga.

"Dari dulu masyarakat Pontianak memang punya tradisi menikmati durian. Durian Jemongko hadir sebagai pilihan kuliner yang berkualitas karena sudah melalui proses kontrol. Harapan saya, Durian Jemongko bisa menjadi local wisdom sekaligus daya tarik wisata baru di Pontianak," ujar Ifan, Senin (13/7/2026).

2. Banggakan buah lokal pedalaman Kalbar

Ifan Seventeen sebut durian Jemongko berpotensi jadi wisata baru. (IDN Times/istimewa).

Ia berharap popularitas Durian Jemongko dapat menyamai Jeruk Pontianak yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan Kalimantan Barat.

"Kalau dulu Pontianak dikenal dengan Jeruk Pontianak, mudah-mudahan ke depan Durian Jemongko juga bisa menjadi tren baru dan semakin dikenal masyarakat luas," katanya.

Meski baru pertama kali berkunjung ke lapak Durian Jemongko, Ifan mengaku telah mendengar kisah mengenai buah tersebut. Ia mengetahui Durian Jemongko berasal dari wilayah pedalaman Kalimantan Barat, sementara sebagian besar hasil panennya selama ini dipasarkan hingga ke luar negeri.

3. Jadi nilai tambah dan daya tarik wisatawan

Pencinta durian Jemongko berburu durian. (IDN Times/Teri).

Menurutnya, potensi tersebut seharusnya juga dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah asalnya. Selain memperkenalkan kekayaan kuliner lokal, langkah itu dinilai mampu meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani.

"Kalau hasil bumi kita bisa dinikmati masyarakat sendiri, saya rasa jauh lebih baik. Selain memberikan nilai tambah bagi daerah, tentu harganya juga bisa lebih menguntungkan bagi para petani," tuturnya.

Ifan berharap pengembangan Durian Jemongko tidak hanya berhenti sebagai komoditas musiman, tetapi juga mampu berkembang menjadi ikon kuliner yang memperkuat sektor pariwisata Kalimantan Barat. Dengan promosi yang tepat, ia optimistis Durian Jemongko akan semakin dikenal wisatawan dari berbagai daerah dan menjadi salah satu alasan untuk berkunjung ke Pontianak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article