Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN Bantah Isu Batu Bara, Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalbar

PLN Bantah Isu Batu Bara, Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir di Kalbar
Rencana progres perbaikan kerusakan kelistrikan di Kalbar. (IDN Times/Teri).
Share Article

Pontianak, IDN Times – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat (Kalbar) menegaskan pemadaman listrik bergilir yang terjadi sejak 2 Juli 2026 murni disebabkan gangguan teknis pada salah satu pembangkit listrik berkapasitas 100 megawatt (MW), bukan karena kekurangan pasokan batu bara sebagaimana isu yang beredar di masyarakat.

General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan, memastikan stok batu bara maupun energi primer lainnya dalam kondisi aman.

Menurutnya, gangguan terjadi akibat kebocoran pada pipa boiler di pembangkit tersebut sehingga unit pembangkit harus dihentikan sementara melalui prosedur forced outage atau penghentian operasi darurat.

“Kondisi yang terjadi di Kalimantan Barat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pasokan batu bara maupun pasokan energi primer lainnya. Stok batu bara maupun energi primer kami dalam kondisi aman. Gangguan yang terjadi murni karena kendala teknis pada pembangkit,” tegas Maria, Rabu (8/7/2026).

1. Murni karena kebocoran pipa boiler

a0069a4b-3a18-49c3-85a3-523ea43a35a8.jpeg
General Manager PLN UID Kalbar, Maria G. I. Gunawan. (IDN Times/Teri).

Ia menjelaskan, pembangkit berkapasitas 100 MW tersebut merupakan salah satu pemasok listrik terbesar di Kalimantan Barat.

Berdasarkan hasil investigasi awal, ditemukan kebocoran pada sejumlah titik pipa boiler yang mengharuskan pembangkit segera dihentikan operasinya agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, dampaknya justru bisa lebih besar dan masa pemulihan akan semakin lama. Karena itu pembangkit harus menjalani emergency shutdown untuk dilakukan perbaikan,” ujarnya.

Maria mengatakan, kondisi tersebut semakin berdampak karena pada saat bersamaan beberapa pembangkit lain sedang menjalani pemeliharaan terencana (planned outage).

2. PLN Kalbar percepat pemulihan kelistrikan

IMG_5544.jpeg
Ilustrasi tiang listrik. (IDN Times/Teri).

Akibatnya, PLN kehilangan daya mampu dalam jumlah besar sehingga harus menerapkan manajemen beban atau pemadaman bergilir demi menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.

Meski demikian, PLN terus berupaya mempercepat pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh pembangkit yang tersedia. Beberapa unit yang sebelumnya menjalani pemeliharaan juga dipercepat penyelesaiannya agar dapat segera kembali memasok listrik ke sistem.

Menurut Maria, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Durasi dan cakupan pemadaman dalam beberapa hari terakhir mulai berkurang dibandingkan saat awal gangguan terjadi.

“Teman-teman di lapangan bekerja tanpa henti sejak gangguan terjadi. Kami mempercepat masuknya beberapa pembangkit yang sedang pemeliharaan agar daya mampu sistem terus bertambah," katanya.

3. Janji pada 11 Juli kelistrikan di Kalbar kembali normal

IMG_5555.jpeg
Ilustrasi gardu listrik PLN. (IDN Times/Teri).

Hingga saat ini, progres perbaikan kebocoran boiler telah mencapai sekitar 55 persen. Jika pekerjaan berjalan sesuai rencana, pembangkit ditargetkan kembali beroperasi pada 11 Juli 2026, sehingga sistem kelistrikan Kalimantan Barat dapat kembali normal.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan berjalan lancar. Sesuai target, pada 11 Juli pembangkit sudah dapat beroperasi kembali sehingga kondisi kelistrikan Kalimantan Barat kembali normal," ungkap Maria.

Dalam kesempatan itu, Maria juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir selama beberapa hari terakhir.

“Kami memahami listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat dan berdampak pada seluruh aktivitas, mulai dari rumah tangga, usaha, perkantoran hingga pelayanan publik. Atas nama manajemen PLN dan seluruh insan PLN Kalimantan Barat, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang terdampak,” tukasnya.

Share Article
Curated For You

Byarpet Listrik di Kaltim Ganggu Ekonomi, Akademisi Soroti Kinerja PLN

01 Jul 2026, 17:22 WIBNews
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More