Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Kalbar Mengganas, 2 Ribu Hektare Lahan Terbakar saat Kemarau
Wagub Kalbar terima kunker Kepala BNPB. (IDN Times/Istimewa).
  • Karhutla di Kalimantan Barat selama musim kemarau 2026 diperkirakan membakar sekitar 2.000 hektare lahan, menempatkan provinsi ini pada peringkat keempat nasional.
  • Pemprov Kalbar memperkuat patroli dan pengawasan, terutama di lahan gambut; pemerintah pusat mengerahkan lima pesawat, termasuk dua helikopter water bombing untuk Ketapang.
  • Penanganan terkendala gambut yang mudah terbakar hingga bawah tanah serta titik api di pegunungan sulit dijangkau; Ketapang mencatat lebih dari 200 hektare terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga musim kemarau tahun 2026, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 2.000 hektare, menempatkan Kalbar di peringkat keempat provinsi dengan karhutla terluas di Indonesia.

Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengakui posisi tersebut bukanlah pencapaian yang membanggakan.

Menurutnya, pemerintah daerah justru terus berupaya menekan angka kebakaran melalui penguatan kesiapsiagaan dan percepatan penanganan di daerah-daerah rawan.

“Kalbar saat ini berada di urutan keempat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Tentu ini bukan sesuatu yang membanggakan. Kalau peringkat PAD terbesar saya bangga, tetapi kalau peringkat karhutla tentu saya tidak bangga,” ungkap Krisantus, Jumat (7/8/2026).

1. Pemerintah pusat beri bantuan 5 pesawat

Wagub Krisantus sebut karhutla di Kalbar masuk 4 terbesar nasional. (IDN Times/istimewa).

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalbar telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di kawasan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Upaya penanganan juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Krisantus mengungkapkan, Kepala BNPB telah turun langsung meninjau lokasi karhutla di Kalbar, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya yang menjadi wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan.

Selain itu, pemerintah pusat mengerahkan lima unit pesawat untuk membantu operasi penanganan karhutla. Dua di antaranya merupakan helikopter water bombing yang kini difokuskan untuk memadamkan api di Kabupaten Ketapang.

“Pemerintah pusat sudah memberikan bantuan lima pesawat. Dua kami tempatkan di Ketapang untuk mendukung pemadaman melalui water bombing karena kebakaran di sana masih terus berlangsung,” katanya.

2. Tantangan besar hadapi tanah gambut

Krisantus Kurniawan terima kunker Kepala BNPB. (IDN Times/istimewa).

Krisantus menjelaskan, penanganan karhutla di Kalbar menghadapi tantangan besar akibat karakteristik wilayah. Di Kabupaten Kubu Raya, sekitar 64 persen wilayahnya merupakan lahan gambut yang mudah terbakar saat kemarau.

Sementara di Kecamatan Pelang, Kabupaten Ketapang, kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan kedalaman tinggi sehingga api sulit dipadamkan karena membakar hingga ke lapisan bawah tanah.

Tidak hanya itu, sejumlah titik api juga muncul di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, sehingga operasi pemadaman harus mengandalkan dukungan udara.

3. Luas lahan terbakar di Kalbar total 2.000 hektare

Wagub Kalbar dalam pertemuan pembahasan soal karhutla. (IDN Times/istimewa).

Berdasarkan laporan sementara, Kabupaten Ketapang mencatat lebih dari 200 hektare lahan terbakar. Sementara secara akumulatif, luas karhutla di seluruh Kalbar sejak awal musim kemarau diperkirakan telah mencapai sekitar 2.000 hektare. Adapun Kabupaten Kubu Raya disebut turut menyumbang luasan kebakaran yang signifikan.

“Ketapang sudah lebih dari 200 hektare yang terbakar. Secara keseluruhan sejak awal kemarau sekitar 2.000 hektare, sementara Kubu Raya juga sudah mencapai ribuan hektare. Untuk data final nanti akan disampaikan BPBD,” ujar Krisantus.

Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Menurutnya, pencegahan menjadi langkah paling efektif agar jumlah titik api tidak terus bertambah dan dampak kabut asap terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article