Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Kepung Pemukiman di Kalbar, Warga Dievakuasi Tinggalkan Rumah
Api dekati pemukiman, warga selamatkan diri. (IDN Times/istimewa).

Kubu Raya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung kawasan permukiman di Sungai Raya Dalam Ujung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Sabtu (25/7/2026) malam. Kobaran api yang terus meluas memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah mereka demi menghindari ancaman api dan asap pekat.

Warga dari Komplek Residence Borneo Khatulistiwa dan Komplek Melodya Serdam dievakuasi ke rumah keluarga terdekat hingga situasi dinyatakan aman. Harapannya, warga kebakaran tidak sampai merembet ke rumah warga.

1. Api karhutla dekati pemukiman warga

Tim gabungan berjibaku padamkan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Kalimantan Barat, Asrul Putra Nanda, mengatakan langkah evakuasi dilakukan sebagai upaya mengutamakan keselamatan warga karena api terus bergerak mendekati permukiman.

“Ya, kita minta warga untuk pindah ke rumah keluarga terdekat. Setelah kondisi aman, silakan kembali. Evakuasi dilakukan karena asap sudah sangat pekat,” katanya, Minggu (26/7/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, TNI, Polri, Damkar gabungan, dan para relawan masih berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke rumah-rumah warga.

2. Sumber air kurang, dan akses sulit

Warga evakuasi diri tinggalkan rumah. (IDN Times/istimewa).

Namun upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala di lapangan. Lokasi kebakaran sulit dijangkau karena petugas harus melewati semak belukar, lahan gambut, parit, hingga jalan setapak.

“Selain itu, sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas sehingga petugas harus menarik selang dalam jarak yang cukup jauh atau mengandalkan mobil tangki untuk memasok air,” ungkapnya.

Kondisi diperparah dengan tiupan angin kencang yang membuat kobaran api cepat membesar dan berubah arah secara tiba-tiba.

Sementara itu, karakteristik lahan gambut menyebabkan api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.

3. Asap mulai batasi jarak pandang dan buat sesak

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Kalimantan Barat, Asrul Putra Nanda. (IDN Times/istimewa).

Asap pekat yang menyelimuti kawasan tersebut juga mengurangi jarak pandang sekaligus mengganggu pernapasan petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Meski menghadapi berbagai tantangan, petugas terus berupaya mengendalikan api sepanjang malam agar tidak menjalar ke kawasan permukiman yang lebih luas.

PMI Kalimantan Barat mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap di sekitar lingkungan mereka.

Menurut Asrul, laporan cepat dari masyarakat sangat membantu mempercepat penanganan sehingga kebakaran dapat dikendalikan sebelum mengancam lebih banyak rumah dan keselamatan warga.

Editorial Team

Related Article