Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lepas Zona Hitam, Balikpapan Masih Dominasi Kasus COVID-19 di Kaltim

Lepas Zona Hitam, Balikpapan Masih Dominasi Kasus COVID-19 di Kaltim
IDN Times/ Mela Hapsari
Share Article

Samarinda, IDN Times-Perlahan tapi pasti pasien yang sembuh dari pandemik virus corona atau COVID-19 di Kaltim bertambah. Jumlahnya kini menembus 400 orang atau 76 persen dari akumulasi kasus positif, 525.

“Masih ada 118 pasien dirawat,” kata Andi Muhammad Ishak, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kaltim saat dikonfirmasi pada Kamis (2/6) siang.

1. Dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, Balikpapan masih dominasi kasus corona

Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)
Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, kawasan Balikpapan tertinggi kasus virus corona. Total kasus di kota ini mencapai 193, nyaris menyentuh dua ratus kasus. Gara-gara ini pula Kota Beriman masuk zona hitam. Penetapan status tersebut tak lain karena banyaknya kasus di Balikpapan. Kendati demikian, sistem pewarnaan itu direvisi dan hanya menggunakan pasien yang dirawat saja. Bukan total keseluruhan. 

“Yang kami gunakan sekarang hanya empat warna saja. Merah (terbanyak) menyusul oranye, kuning dan hijau (paling sedikit atau minus kasus),” ujar pelaksana tugas kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim ini.

2. Dari 61 pada akhir Mei, kasus positif Balikpapan menjadi 186 kasus di ujung Juni

Data perkembangan kasus COVID-19 Kaltim per 1 Juli (Dok.Dinas Kesehatan Kaltim)
Data perkembangan kasus COVID-19 Kaltim per 1 Juli (Dok.Dinas Kesehatan Kaltim)

Akumulasi 400 pasien sembuh ini terhitung sejak Maret-Juli 2020 tersebut memang bikin lega. Meski demikian hingga saat ini Balikpapan masih pegang rekor untuk kasus positif. Tak hanya dari total keseluruhan kasus, setelah dikurangi pasien sembuh juga demikian. Tercatat ada 67 pasien positif masih menjalani perawatan.

Jika dibandingkan daerah lain, terbanyak kedua diikuti oleh Kutai Timur, 16 kasus lalu Samarinda 10 pasien (selengkapnya lihat grafis). Bahkan pasien meninggal karena COVID-19 juga didominasi Kota Beriman Balikpapan. Lonjakan pasien terkonfirmasi ini terjadi pada Juni lalu. Bayangkan saja, dari 61 pada akhir Mei menjadi 186 kasus di ujung Juni. Atau terjadi peningkatan 67 persen dalam waktu 31 hari. 

“Paling banyak kasus ialah pekerja dari yang hendak bertugas ke Kaltim. Selanjutnya diikuti transmisi lokal,” imbuhnya.

3. Perusahaan harus taat dengan surat edaran gubernur terkait hasil PCR negatif

Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno
Ilustrasi swab test. IDN Times/Debbie Sutrisno

Fakta ini tentu tak bisa dihindari mengingat Balikpapan merupakan salah satu gerbang utama masuk ke Kaltim. Itu sebab Gubernur Kaltim Isran Noor mengeluarkan surat edaran bernomor 440/3576/B.PPOD perihal Protokol Kesehatan dan Tes PCR Penumpang. Di dalamnya tertuang kewajiban individu yang hendak masuk Kaltim wajib membawa hasil negatif tes polymerase chain reaction (PCR) di daerah asal. Jika itu ditaati kasus impor bisa direduksi atau dikurangi. 

“Tidak mungkin kita usir kalau sudah di bandara, sekarang tinggal ketegasan dari perusahaan masing-masing,” tutup Andi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yuda Almerio
EditorYuda Almerio

Latest News Kalimantan Timur

See More

Merasa Hidup Stagnan? Bisa Jadi Sikap "Bodoh Amat" Penyebabnya

01 Jun 2026, 03:00 WIBNews