Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Medan Curam 45 Derajat, SAR Berhasil Evakuasi 8 Korban Helikopter PK-CFX
Jenazah korban helikopter PK-CFX tiba di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Delapan jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) akhirnya tiba di RS Bhayangkara Pontianak, pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Seluruh korban yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang tersebut telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum diberangkatkan dari lokasi kejadian.

Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Caracal menuju Bandara Supadio Pontianak, guna mempercepat proses penanganan.

1. Seluruh jenazah ditangani tim forensik

8 jenazah tiba di RS Bhayangkara. (IDN Times/Teri).

Diketahui, helikopter nahas tersebut mengalami kecelakaan di kawasan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Kamis (16/4/2026).

Hingga saat ini, seluruh jenazah telah berada di kamar jenazah RS Bhayangkara dan tengah menjalani proses identifikasi oleh tim forensik.

Terdapat 8 kantong jenazah berisi korban Helikopter PK-CFX, 2 kantong jenazah lainnya berisi properti yang ditemukan tim gabungan di lokasi jatuhnya helikopter.

Dari pantauan RS Bhayangkara, tampak sejumlah keluarga korban berdatangan. Mereka tampak menyerahkan data identitas korban untuk membantu proses identifikasi.

2. Korban dievakuasi sejak pagi

8 jenazah tiba di RS Bhayangkara. (IDN Times/Teri).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan bahwa proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta unsur terkait lainnya.

Menurutnya, laporan awal kejadian diterima pada pukul 19.10 WIB. Tim kemudian segera bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan seluruh korban dalam rentang waktu pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

“Seluruh korban telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dipindahkan ke posko sekitar pukul 05.00 WIB. Proses evakuasi cukup menantang karena medan yang ekstrem dengan kemiringan mencapai 45 derajat,” jelasnya.

Setelah tiba di posko, jenazah sempat direncanakan untuk dievakuasi melalui jalur darat menggunakan ambulans. Namun, dengan mempertimbangkan faktor jarak dan keselamatan, tim akhirnya memutuskan menggunakan jalur udara.

Jenazah kemudian diterbangkan melalui Lanud menuju Pontianak agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan optimal.

3. Proses identifikasi masih berlangsung

Korban Helikopter dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara. (IDN Times/Teri).

Junetra menegaskan bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut.

“Untuk kepastian identitas dan penyebab kematian, sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian dan tim medis,” tukasnya.

Proses identifikasi diharapkan segera rampung agar jenazah dapat diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Editorial Team