Berkebun di Rumah, Tren Sehat yang Bikin Kamu Lebih Mandiri?

- Tren berkebun di rumah meningkat karena kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan, bahkan di lahan terbatas seperti halaman atau balkon.
- AZKO menghadirkan solusi lengkap untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan melalui produk berkebun urban seperti benih, sistem penyiraman otomatis, hingga komposter rumah tangga.
- Melinda Pudjo menegaskan bahwa perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan bisa dimulai dari langkah sederhana seperti menanam di rumah demi lingkungan yang lebih hijau dan mandiri.
Balikpapan, IDN Times - Tren berkebun di rumah terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan. Aktivitas bercocok tanam di halaman, teras, hingga balkon rumah dinilai mampu menghasilkan bahan pangan segar meski dilakukan di lahan terbatas.
Sejumlah riset mendukung manfaat berkebun di rumah. Systematic review dalam jurnal Discover Sustainability (2025) menyebut aktivitas tersebut berkontribusi terhadap ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, jurnal Discover Public Health (2025) menyatakan berkebun dapat meningkatkan kesehatan fisik, mengurangi stres, serta memperbaiki kesejahteraan psikologis.
1. Solusi berkebun untuk gaya hidup berkelanjutan

Merespons tren tersebut, AZKO menghadirkan berbagai solusi berkebun untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan. Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan rumah merupakan titik awal terciptanya perubahan positif bagi lingkungan.
"AZKO berkomitmen membangun ekosistem gardening yang menginspirasi masyarakat untuk menanam, merawat, hingga mengelola kembali sumber daya di sekitar rumah sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan," ujar Melinda dalam keterangan tertulisnya.
2. Konsep gaya hidup berkebun di perkotaan

Untuk mendukung aktivitas tersebut, AZKO menyediakan beragam kebutuhan berkebun, mulai dari benih sayuran, peralatan tanam, pot self-watering, sistem penyiraman otomatis, hingga solusi urban gardening dan hidroponik yang memungkinkan masyarakat bercocok tanam di lahan terbatas.
Perusahaan juga menghadirkan komposter rumah tangga untuk mengolah limbah organik menjadi kompos. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi sampah organik sekaligus menghasilkan pupuk alami bagi tanaman.
3. Gaya hidup berkelanjutan dari langkah sederhana

Melinda menambahkan, perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah. Menurutnya, menanam dan merawat tanaman tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga mendorong kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.



















