Panas Terik Melanda Samarinda, BMKG Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem

Samarinda, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan cuaca panas terik yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh fenomena ekuinoks.
Prakirawan BMKG Samarinda, Fathul Hidayatullah, menjelaskan bahwa ekuinoks merupakan siklus astronomi tahunan ketika posisi semu Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Fenomena yang terjadi setiap Maret dan September ini menyebabkan intensitas radiasi matahari di wilayah Kalimantan berada pada titik maksimal.
“Selain posisi Matahari, minimnya tutupan awan dalam beberapa hari terakhir membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan Bumi tanpa penghalang. Inilah yang menyebabkan suhu terasa sangat menyengat,” ujarnya dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi APT Pranoto, suhu maksimum di Samarinda tercatat mencapai 34 derajat Celsius.
1. Kondisi cuaca di Samarinda masih bisa berubah

Meski demikian, masyarakat tidak hanya diminta mewaspadai panas terik. BMKG juga mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang lebih dinamis dalam waktu dekat.
Memasuki akhir April hingga Mei, Kalimantan Timur diperkirakan memasuki masa peralihan atau pancaroba. Pada periode ini, pola cuaca cenderung berubah drastis dan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
Fathul menjelaskan, pemanasan intens sejak pagi hari dapat memicu pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus secara signifikan.
“Dampaknya, berpotensi terjadi hujan lebat berdurasi singkat pada sore atau malam hari yang kerap disertai angin kencang,” jelasnya.
2. Edukasi masyarakat tentang kondisi cuaca di Samarinda

BMKG juga mengedukasi masyarakat untuk memahami perbedaan jenis angin. Angin dikategorikan kencang jika kecepatannya melebihi 25 knot atau sekitar 45 kilometer per jam. Kondisi ini berbeda dengan angin puting beliung yang memiliki pusaran spiral dan bersifat merusak.
Untuk menghadapi kondisi cuaca tersebut, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah antisipasi. Pertama, menjaga hidrasi tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
Kedua, melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya serta pelindung seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.
Ketiga, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang. Saat terjadi angin kencang, warga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh
3. Kesehatan bagi warga Samarinda

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga daya tahan tubuh karena perubahan cuaca yang fluktuatif dari panas ke hujan dapat memicu penurunan stamina, flu, hingga kelelahan.
BMKG mengimbau warga untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi maupun aplikasi Info BMKG guna menunjang keselamatan selama beraktivitas.


















