Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pariwisata Kaltim Naik Daun, BI Kaltim Siapkan Destinasi Terhubung IKN
Kantor Bank Indonesia di Ibukota Nusantara (IKN), Sabtu (4/4/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Samarinda, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur mendorong penguatan kampung wisata dan berbagai destinasi daerah agar terintegrasi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya daya tarik IKN sebagai magnet kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan ke IKN terus meningkat. Pada periode libur Idul Fitri 2026 saja, tercatat sebanyak 352.102 orang berkunjung dengan total 80.105 kendaraan yang masuk, mulai dari roda dua, roda empat, hingga bus.

Deputi Kepala BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, mengatakan potensi tersebut harus diikuti dengan penguatan destinasi wisata di daerah penyangga IKN.

“Perlu dilakukan penguatan terhadap destinasi wisata yang sudah ada, khususnya di wilayah mitra dan penyangga IKN seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan daerah lainnya,” ujarnya diberitakan Antara di Samarinda, Sabtu (4/4/2026).

1. Wisatawan yang tiba di Bandara Sepinggan Balikpapan

Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan mencatatkan pencapaian 4.097.985 penumpang, Kamis (31/10/2024). Foto Bandara Sepinggan

Ia mencontohkan, wisatawan yang tiba melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dapat ditawarkan beragam paket wisata, baik sebelum maupun setelah berkunjung ke IKN.

Sejumlah destinasi yang bisa dikemas dalam paket wisata antara lain Pantai Lamaru, Kebun Raya Balikpapan, pusat oleh-oleh di Kebun Sayur, hingga Kampung Atas Air Margasari. Dari Balikpapan, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan ke Samarinda dan daerah lain di sekitarnya.

Sementara itu, bagi wisatawan yang datang melalui Bandara APT Pranoto Samarinda, pilihan paket wisata mencakup Kampung Tenun Samarinda Seberang, Masjid Islamic Center, susur Sungai Mahakam, hingga wisata budaya di Pampang, sebelum atau sesudah mengunjungi IKN.

2. Memperkuat pembiayaan pelaku usaha

Kawasan Istimewa Ibukota Nusantara (IKN), Sabtu (28/3/2026). (IDN Times/Sri Wibisono)

Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, BI Kaltim juga memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha. Sepanjang 2025 hingga Maret 2026, BI telah memfasilitasi 163 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk sektor pariwisata, untuk memperoleh akses pembiayaan dari perbankan senilai Rp16,97 miliar.

Fasilitasi tersebut diberikan setelah para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mengikuti program pembinaan melalui Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (Bima Etam).

Salah satu destinasi yang mendapat dukungan pengembangan adalah Kampung Tenun Samarinda Seberang. BI Kaltim telah berperan aktif mengembangkan kawasan tersebut sejak 2014 melalui pembinaan UMKM, penguatan produk tenun dan turunannya, perbaikan galeri, serta dukungan terhadap atraksi wisata.

Kawasan hutan di Batu Dinding Samboja yang berada dalam wilayah Ibukota Nusantara, Oktober 2020. (IDN Times/SG Wibisono)

Bayuadi menegaskan, Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam dan budaya yang besar sebagai modal utama pengembangan pariwisata, mulai dari pantai, kepulauan, hingga kawasan hutan dan pegunungan.

“Yang perlu kita lakukan bersama adalah mengoptimalkan potensi tersebut agar memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Editorial Team