Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Samarinda Masuk Tiga Lokasi Utama Peluncuran KB Serentak se-Indonesia

Samarinda Masuk Tiga Lokasi Utama Peluncuran KB Serentak se-Indonesia
ilustrasi penggunaan kontrasepsi yang aman (pexels.com/Cottonbro Studio)
Share Article

Samarinda, IDN Times - Kota Samarinda terpilih sebagai salah satu dari tiga lokasi utama peluncuran pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak nasional dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengatakan Kalimantan Timur yang diwakili Kota Samarinda menjadi satu dari tiga daerah yang mendapat kepercayaan untuk pelaksanaan sekaligus pelaporan langsung kegiatan tersebut.

“Dari seluruh Indonesia, hanya tiga provinsi yang ditunjuk untuk pelaksanaan dan pelaporan langsung, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur yang diwakili Kota Samarinda,” ujar Saefuddin dilaporkan Antara di Samarinda, Senin (8/6/2026).

1. Meningkatkan kualitas SDM ke depan

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri,
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Selasa (7/4/2026). Foto istimewa

Menurutnya, momentum pelayanan KB serentak ini tidak hanya berfokus pada kesehatan reproduksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka stunting.

Saefuddin menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi prioritas penting bagi Samarinda sebagai ibu kota provinsi sekaligus kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Samarinda ini ibu kota provinsi dan kota penyangga IKN. Pembangunan manusianya harus kita siapkan bersama untuk menghadapi era bonus demografi,” tegasnya.

2. Pelayanan KB digelar serempak di Indonesia selama sebulan

ilustrasi kontrasepsi steril (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi kontrasepsi steril (pexels.com/Anna Shvets)

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menjelaskan pelayanan KB serentak akan berlangsung selama sebulan, mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026.

Untuk mengoptimalkan capaian program, DPPKB mengerahkan 969 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 59 kelurahan. Selain itu, sejumlah program unggulan juga terus diperkuat guna mendukung percepatan penurunan stunting.

Program tersebut meliputi DICINTAI (Dapur Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting), GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), SIDAYA (Lansia Berdaya), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), serta GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia).

Khusus program GENTING, hingga saat ini telah menjangkau 295 keluarga dari target 464 keluarga penerima manfaat.

3. Pemberian nustrisi dalam mengatasi persoalan stunting

Ilustrasi anak mengkonsumsi makanan tinggi protein hewani untuk cegah stunting
Ilustrasi anak mengkonsumsi makanan tinggi protein hewani untuk cegah stunting

Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto, mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan makanan bergizi.

Menurutnya, berbagai faktor nonnutrisi juga harus menjadi perhatian, seperti kondisi rumah yang tidak layak huni, keterbatasan akses air bersih, hingga sanitasi dan jamban yang belum memenuhi standar kesehatan.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena penyebabnya tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga faktor lingkungan dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Samarinda optimistis dapat memperluas akses layanan KB, mempercepat penurunan stunting, serta mencetak generasi unggul yang siap mendukung pertumbuhan dan pembangunan IKN di masa depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Bukan Karena Malas, Ternyata Ini Penyebab Motivasi Kamu Terus Menurun

09 Jun 2026, 15:00 WIBNews