Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Balikpapan akan Panggil Pertamina Terkait Tumpahan Minyak
Tumpahan minyak di lokasi Kampung Atas Air di Balikpapan Kalimantan Timur yang terjadi pada Sabtu, (25/5/2024). (IDN Times/Hilmansyah)

Balikpapan, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan Kalimantan Timur akan memanggil PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan terkait tumpahan minyak yang terjadi pada Sabtu, (25/5/2024) lalu di kawasan perairan perumahan atas air, Balikpapan Barat.

"Kami akan mengundang mereka untuk mengkonfirmasi langsung terkait hal tersebut supaya tidak terulang kembali dan tidak ada masalah di kemudian hari," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana, Rabu (29/5/2024).

1. Dampak pada tumpahan minyak belum diketahui

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana, Rabu (29/5/2024). (IDN Times/Hilmansyah)

Sudirman menyatakan bahwa KPI telah sigap dalam menangani tumpahan minyak tersebut. Namun, kawasan tersebut memiliki tanaman bakau atau mangrove yang bisa terdampak.

"Jika tanaman itu mati, mereka harus bertanggung jawab," tegasnya.

Sampai saat ini, belum diketahui apakah tanaman bakau bisa bertahan hidup atau akan mati akibat tumpahan minyak. "Saya minta mereka harus terus memonitor kondisi ini," ungkapnya.

2. Harapan agar kejadian tidak terulang

Tumpahan minyak di lokasi Kampung Atas Air di Balikpapan Kalimantan Timur yang terjadi pada Sabtu, (25/5/2024). (IDN Times/Hilmansyah)

Sudirman berharap pertemuan dengan PT KPI akan menghasilkan rekomendasi pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Mudah-mudahan nanti ada rekomendasi pertanggungjawaban agar ini tidak terjadi lagi. Jika ada dampak lanjutan, mereka harus bertanggung jawab," harapnya.

Sudirman menambahkan bahwa baru-baru ini pihaknya mendapatkan konfirmasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh keteledoran.

"Saya baru dapat konfirmasi tadi malam, ada semacam keteledoran dari mereka yang sudah ditangani," jelasnya.

3. Pertamina akui adanya genangan minyak

GM PT KPI Balikpapan Arafat Bayu Nugroho, Sabtu (25/5/2024). Foto istimewa

Dalam jumpa pers pascainsiden kebakaran kilang yang terjadi sehari setelah tumpahan minyak, General Manager PT KPI Unit Balikpapan Arafat Bayu Nugroho menjelaskan, adanya minyak di wilayah mereka, meskipun diklaimnya bukan disebabkan oleh kebocoran tangki PT KPI.

"Ada minyak karena aktivitas start up dalam kilang. Ada program ospek yang melebihi kapasitas pengolahan kami," ujarnya.

Setelah tumpahan minyak terjadi, PT KPI segera melokalisir kawasan menggunakan oil boom dan menyedot minyak dengan vacum truck.

Langkah tersebut merupakan tindakan sigap dari PT KPI untuk menangani tumpahan minyak sesuai dengan Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat (PPKD) yang berlaku di perusahaan.

"Sesuai prosedur keselamatan perusahaan, apabila terdapat hazard keselamatan di sekitar wilayah operasional kilang dari manapun sumbernya, kami segera melakukan penanggulangan terlebih dahulu sebagai upaya pengendalian," tutupnya.

Editorial Team

Related Article