Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perkuat Bisnis di Kaltim, CIMB Niaga Raih Laba Rp2,3 Triliun Kuartal 1

Kota Balikpapan
Perkuat Bisnis di Kaltim, CIMB Niaga Raih Laba Rp2,3 Triliun Kuartal 1
Ilustrasi CIMB Niaga bersama pelaku UMKM di kawasan Blok M. (IDN Times/Trio Hamdani)
Share Article

Balikpapan, IDN Times - PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat ekspansi bisnis dan layanan perbankan di Kalimantan Timur (Kaltim) seiring meningkatnya aktivitas investasi, perdagangan, dan pembangunan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan kantor, layanan digital, hingga penyediaan solusi keuangan yang menyasar nasabah individu, pelaku UMKM, maupun korporasi.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah strategis dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat sehingga membutuhkan layanan perbankan yang cepat, terintegrasi, dan relevan.

"Kalimantan Timur bukan hanya wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar, tetapi juga kawasan strategis tempat berbagai peluang ekonomi baru bermunculan. Karena itu, kami terus menghadirkan solusi perbankan yang lengkap melalui inovasi digital dan jaringan yang terintegrasi kepada nasabah," kata Lani dalam Media Breakfast CIMB Niaga di Balikpapan, Jumat (24/7/2026).

1. Ekspansi CIMB Niaga di Kalimantan Timur

CMB 4.jpeg
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, Jumat (24/7/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Menurut Lani, penguatan layanan tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kaltim pada 2025 tumbuh 4,53 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp889,07 triliun.

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, CIMB Niaga menghadirkan berbagai layanan digital melalui aplikasi OCTO, OCTOBIZ, OCTO Merchant, hingga CNAF Mobile yang memudahkan transaksi, pembiayaan, investasi, serta pengelolaan bisnis.

Di Kalimantan Timur, CIMB Niaga saat ini didukung enam kantor cabang konvensional, satu kantor cabang Syariah, serta jaringan ATM dan CRM yang tersebar di Balikpapan, Samarinda, dan sejumlah daerah lainnya.

Selain memperkuat layanan, CIMB Niaga juga terus meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif, terutama di kawasan penyangga IKN yang dinilai memiliki prospek bisnis menjanjikan.

"Kami ingin menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur," kata Lani.

2. Laba perusahaan di kuartal pertama CIMB Niaga

ilustrasi tingkat keuntungan
ilustrasi tingkat keuntungan (unsplash.com/Getty Images)

Di sisi kinerja, CIMB Niaga mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal I 2026. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2 persen secara tahunan menjadi Rp235,1 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun.

Pertumbuhan tersebut turut didorong peningkatan dana murah (CASA) sebesar 12,2 persen menjadi Rp192,3 triliun atau setara 73,9 persen dari total DPK, yang merupakan rasio tertinggi sepanjang sejarah CIMB Niaga.

Hingga 31 Maret 2026, total aset konsolidasian perseroan mencapai Rp368,2 triliun dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,3 persen dan Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,2 persen.

Pada sektor perbankan syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga tetap menjadi yang terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan Rp52,9 triliun dan DPK Rp45 triliun.

3. Transformasi digital CIMB Niaga

CIMB 1.jpeg
Media Breakfast CIMB Niaga di Balikpapan bersama media massa di Balikpapan Kalimantan Timur, Jumat (24/7/2026). (IDN Times/Sri.Wibisono)

Sementara itu, transformasi digital terus menunjukkan hasil positif. Sebanyak 90,6 persen transaksi keuangan nasabah kini dilakukan melalui kanal branchless banking, seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Transaksi melalui aplikasi OCTO juga meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di bidang keberlanjutan, CIMB Niaga telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan senilai Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total outstanding pembiayaan. Perseroan juga memperkuat dukungan kepada UMKM lewat pelatihan kepada 979 pelaku UMKM di Indonesia Timur, termasuk Samarinda dan Balikpapan, serta membuka akses pembiayaan bagi sekitar 150 UMKM.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More