Pertama Kali di Balikpapan, Pasien Sembuh Kembali Positif COVID-19

Balikpapan, IDN Times - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Balikpapan kembali terjangkit virus corona atau COVID-19 setelah kembali dari Uni Emirat Arab. Padahal sebelumnya pasien ini dinyatakan sembuh. Fakta itu diketahui lewat keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Balikpapan pada Rabu (17/6) sore.
“Kasus ini terbilang unik dan baru pertama kali terjadi di Balikpapan,” ujar Andi Sri Juliarty, kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan yang juga juru bicara gugus tugas.
1. Terkonfirmasi positif COVID-19 setelah kontrol di Balikpapan

Lebih lanjut dia menerangkan, pasien berjenis kelamin pria ini sudah bekerja di Uni Emirat Arab selama tiga tahun. Pernah terkonfirmasi positif COVID-19, jalani perawatan dan dinyatakan sembuh. Ketika terjadi pengurangan aktivitas pekerjaan di perusahaan tempat ia bekerja, pasien ini pulang ke Indonesia dan melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil positif.
“Dokter di Arab (UEA) menyarankan sebelum bertemu keluarga baiknya rutin kontrol dan ternyata hasilnya positif kembali,” imbuh Andi.
2. Kasus pertama kali terjadi di Balikpapan, pasien sembuh kembali positif COVID-19

Dia kembali menegaskan, jika kasus ini kali pertama terjadi di Balikpapan, yang mana pasien sembuh kembali positif COVID-19. Pasien ketika di Abu Dhabi terjangkit dari klaster pekerja di perusahaannya, sudah dirawat dan diterapi, ketika dinyatakan sembuh juga sudah diisolasi sebelum kembali ke Indonesia. Jadi semua prosedur sudah diikuti.
“Ada beberapa kasus di dunia yang setelah sembuh kemudian sakitnya kumat atau mungkin terinfeksi lagi. COVID-19 memang tidak meninggalkan kekebalan pada tubuh,” sebutnya.
3. Tiga kasus lainnya juga terkonfirmasi positif setelah ikut tes PCR

Sementara tiga kasus lainnnya ialah perempuan berusia 30 tahun, warga Balikpapan yang merupakan seorang mahasiswa program S2 yang kembali ke Balikpapan untuk menjenguk orangtuanya yang sakit, terkonfirmasi ketika hendak kembali berkuliah dan melakukan syarat tes PCR untuk penerbangan. Lalu ada pria 47 tahun yang berasal dari transmisi lokal.
“Terakhir pria 37 tahun, warga Balikpapan merupakan karyawan pemasok alat tambang yang terkonfirmasi setelah ikut test PCR,” tutupnya.





















