Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Produk Laut Kaltim Laris di Pasar Dunia, Ekspor Tembus 1.446 Ton

Kota Samarinda
Produk Laut Kaltim Laris di Pasar Dunia, Ekspor Tembus 1.446 Ton
Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau di Balikpapan menjadi salah satu pelabuhan yang melayani ekspor - impor. (Dok. Kaltim Kariangau Terminal)
Intinya Sih
  • Ekspor lima komoditas perikanan unggulan Kalimantan Timur mencapai 1.446 ton pada semester I 2026, menghasilkan devisa Rp192,9 miliar.
  • Udang windu mendominasi pengiriman sebesar 863,9 ton, disusul udang pink beku 268,7 ton senilai Rp35,6 miliar; kerapu, bawal putih, dan udang putih turut berkontribusi.
  • Produk perikanan Kaltim rutin dipasarkan ke sedikitnya 12 negara, dengan pendampingan sertifikasi mutu ekspor untuk memenuhi standar internasional dan membuka peluang pendapatan nelayan serta pembudidaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Samarinda, IDN Times - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mencatat ekspor lima komoditas unggulan perikanan mencapai 1.446 ton pada semester I 2026. Capaian tersebut menghasilkan devisa sebesar Rp192,9 miliar dan menunjukkan tingginya daya saing produk perikanan Kaltim di pasar internasional.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengatakan lima komoditas yang mendominasi ekspor meliputi udang windu, udang pink, kerapu segar, bawal putih segar, dan udang putih.

"Udang windu menjadi komoditas ekspor terbesar dengan volume pengiriman mencapai 863,9 ton selama enam bulan pertama 2026. Tingginya permintaan udang windu dan udang pink beku di negara tujuan membuktikan produk tambak Kaltim memiliki daya saing yang kuat," ujar Irma diberitakan Antara di Samarinda, Jumat (31/7/2026).

Selain udang windu, udang pink beku menempati posisi kedua dengan volume ekspor 268,7 ton senilai Rp35,6 miliar.

1. Ekspor ikan segar dari perairan Kaltim

ilustrasi kepala ikan kerapu
ilustrasi kepala ikan kerapu (pexels.com/José Franco)

Sementara itu, sektor perikanan tangkap juga memberikan kontribusi signifikan melalui ekspor ikan kerapu segar sebanyak 104,4 ton dengan nilai Rp8,4 miliar.

"Keberhasilan ikan segar Kaltim bertahan di pasar internasional tidak lepas dari konsistensi penerapan standar rantai dingin yang ketat sehingga kualitas produk tetap terjaga," katanya.

Komoditas lain yang turut menopang kinerja ekspor adalah ikan bawal putih segar sebanyak 77,9 ton dengan nilai Rp8,9 miliar, serta udang putih sebanyak 42 ton senilai Rp7,2 miliar.

2. Ekspor produk perikanan

89070b4f-30e7-4253-a638-0f7f44a34b93.jpeg
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati. (Dok. Pemprov Kaltim)

Irma menjelaskan, produk perikanan Kaltim secara rutin dipasarkan ke sedikitnya 12 negara, di antaranya Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Taiwan.

Untuk menjaga daya saing, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk fasilitasi sertifikasi mutu ekspor agar seluruh produk memenuhi standar internasional.

3. Peningkatan pendapatan nelayan di Kaltim

Pemukiman Kampung Nelayan TPI Manggar Balikpapan Timur. (IDN Times/Hilmansyah)
Pemukiman Kampung Nelayan TPI Manggar Balikpapan Timur. (IDN Times/Hilmansyah)

Menurutnya, peningkatan ekspor tidak hanya berdampak pada bertambahnya devisa daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi nelayan dan pembudidaya ikan.

"Harapan kami, peningkatan ekspor lima komoditas unggulan ini dapat mendorong kesejahteraan nelayan dan pembudidaya lokal sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai daerah pengekspor produk perikanan berkualitas," tutup Irma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More