Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Resahkan Warga, Orangutan ditranslokasikan ke Hutan Gunung Palung

Resahkan Warga, Orangutan ditranslokasikan ke Hutan Gunung Palung
Orangutan ditranslokasi ke TN Gunung Palung. (IDN Times/istimewa).

Ketapang, IDN Times - Individu orangutan yang sempat meresahkan warga akhirnya berhasil ditranslokasikan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Proses evakuasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), unsur TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.

Sebelumnya, kemunculan satwa dilindungi tersebut dilaporkan warga Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Sejak akhir tahun lalu, orangutan itu kerap terlihat melintasi kebun kelapa dan karet milik warga.

1. Masuk ke kebun warga, akhirnya ditranslokasi

c9c934ce-dfaf-4397-b295-efa5b49c6efa.jpeg
Tim melakukan translokasi. (IDN Times/istimewa).

Namun dalam sepekan terakhir, satwa tersebut mulai menetap di kebun kelapa, memicu kerugian ekonomi sekaligus kekhawatiran warga karena ukuran tubuhnya yang besar.

Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARI, Muhadi, menegaskan bahwa langkah translokasi diambil sebagai opsi terakhir setelah berbagai upaya penanganan dilakukan.

“Ini adalah pilihan terakhir setelah berbagai pertimbangan matang. Tujuannya untuk menjamin keselamatan orangutan sekaligus meminimalkan potensi konflik dengan manusia,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

2. Saat ditemukan terdapat luka di wajah

fea7dea9-f2f7-4dff-933b-f8882ea55f7f.jpeg
Satu individu orangutan yang masuk ke kebun warga dicek kesehatannya. (IDN Times/istimewa).

Tim gabungan mulai bergerak sejak pagi dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Proses evakuasi dilakukan menggunakan senapan bius oleh tim medis YIARI, dengan perhitungan dosis anestesi yang cermat guna meminimalkan risiko terhadap satwa.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan, ditemukan luka alami di bagian wajah dan lengan kiri, serta fraktur pada gigi. Dokter hewan YIARI, Rachel, menjelaskan bahwa luka tersebut kemungkinan disebabkan oleh aktivitas di lingkungan semak bambu.

“Kondisinya sudah pulih. Secara umum satwa dinyatakan sehat dan layak untuk ditranslokasikan,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan, orangutan tersebut langsung dibawa menuju kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran memakan waktu sekitar dua jam, menggunakan kombinasi transportasi darat dan air.

3. Proses pelepasliaran satwa dilindungi

e91f9874-a1a0-4a84-af95-43c835343331.jpeg
Satu individu orangutan dilepasliarkan. (IDN Times/istimewa).

Setibanya di lokasi, proses pelepasliaran dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Saat dilepas, orangutan langsung menunjukkan perilaku liar dengan bergerak menjauh ke dalam hutan—indikasi kuat bahwa satwa tersebut siap kembali hidup mandiri di alam.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi sinergi semua pihak dalam proses evakuasi ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan pelestarian satwa liar.

Sementara itu, Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menyoroti perubahan tata guna lahan sebagai tantangan utama dalam konservasi orangutan.

“Orangutan bukan pendatang. Mereka sudah ada jauh sebelum perubahan lahan terjadi. Kini, justru manusia yang harus belajar hidup berdampingan,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Resahkan Warga, Orangutan ditranslokasikan ke Hutan Gunung Palung

27 Apr 2026, 04:00 WIBNews