Balikpapan, IDN Times - Percepatan vaksinasi kepada masyarakat sudah berjalan selama lebih kurang 7 bulan di Indonesia. Jutaan tenaga kesehatan (nakes) yang telah tersertifikasi dalam melakukan penyuntikan pun dikerahkan dalam mempercepat pemberian dosis vaksin, sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus corona yang tentunya mengancam jiwa.
Namun apakah terpikir, jika para tenaga vaksinator yang bekerja saat ini ternyata belum menerima hasil jerih payah mereka? Kondisi yang saat ini terjadi di Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) di mana sebanyak 250 tenaga vaksinator belum menerima insentif. Alasannya karena peraturan pemberian insentif kepada tenaga vaksinator baru diterima pada Maret lalu.
“Kami terima informasi peraturan dari pusat seperti ini pun itu di bulan Maret kemarin, jadi tidak bisa cepat, mekanisme anggarannya seperti itu dari pemerintah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, Minggu (25/7/2021).
