Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Seno Aji Bidik Pasar Internasional, Minta Pelabuhan Ekspor Kaltim Optimal

Kota Samarinda
2 min read
Seno Aji Bidik Pasar Internasional, Minta Pelabuhan Ekspor Kaltim Optimal
ilustrasi ekspor generated by gemini AI
  • Wagub Kaltim Seno Aji mendorong ekspor langsung komoditas unggulan dari daerah agar nilai tambah perdagangan, manfaat bagi masyarakat, dan pendapatan asli daerah meningkat.

  • Kakao bernilai ekspor sekitar USD 6 juta per tahun, produk perikanan diminati Kamerun dan Nigeria, sementara keratom serta sarang walet dinilai berpeluang menjadi unggulan.

  • Di tengah penurunan transfer daerah dan DBH migas, Pemprov Kaltim ingin menata pelabuhan ekspor serta memanfaatkan jalur ALKI II untuk pengiriman langsung ke negara tujuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar internasional melalui ekspor langsung dari Kaltim. Langkah ini dinilai penting agar nilai tambah ekonomi dari perdagangan komoditas dapat dinikmati masyarakat dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Seno Aji saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, Amir Hasanuddin, beserta jajaran di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (5/11/2026).

Dalam pertemuan itu, Seno mengapresiasi peran Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur (BBKHIT Kaltim) dalam melindungi sumber daya hayati sekaligus mendukung kelancaran perdagangan komoditas daerah.

  1. 1. Persaingan di pasar global

    Menurutnya, Kaltim memiliki beragam komoditas potensial yang mampu bersaing di pasar global. Namun, selama ini sebagian perdagangan komoditas daerah masih harus melalui wilayah lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Barat sebelum diekspor ke luar negeri.

    "Kita ingin seperti Pak Prabowo, kalau bisa langsung kenapa harus mampir-mampir. Sehingga value-nya langsung ke Kaltim," ujar Seno dikutip dari akun IG Pemprov Kaltim.

    Ia menegaskan, nilai ekonomi dari ekspor komoditas harus dapat memberikan manfaat lebih besar bagi daerah asal. Karena itu, dukungan Karantina Kaltim diperlukan untuk memperkuat daya saing sekaligus membuka akses pasar internasional.

  2. 2. Komoditas produk ekspor di Kaltim

    ilustrasi pohon kakao
    ilustrasi pohon kakao (pexels.com/Franco Colomba)

    Seno mencontohkan kakao atau cokelat yang memiliki nilai ekspor mencapai USD 6 juta per tahun. Selain itu, produk turunan perikanan Kaltim juga mulai diminati pasar Afrika, khususnya Kamerun dan Nigeria.

    "Artinya kita sudah bisa bersaing dengan provinsi lain. Tinggal bagaimana kita meningkatkan value dari produk-produk tersebut," katanya.

    Selain kakao dan produk perikanan, Seno menyebut keratom dan sarang burung walet sebagai komoditas lain yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk ekspor unggulan Kaltim.

  3. 3. Turunnya besaran dana transfer ke daerah

    Proses penutupan sumur migas yang bocor di wilayah Prabumulih (Dok: Pertamina)
    Proses penutupan sumur migas yang bocor di wilayah Prabumulih (Dok: Pertamina)

    Ia menilai, pengembangan ekspor langsung menjadi semakin penting di tengah penurunan dana transfer ke daerah (TKD), dana bagi hasil (DBH) migas, serta sejumlah sumber pendapatan lainnya yang berdampak terhadap kapasitas fiskal daerah.

    Karena itu, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimiliki untuk meningkatkan PAD. Salah satunya dengan membangun sistem perdagangan dan jalur ekspor yang memungkinkan komoditas Kaltim dikirim langsung ke negara tujuan.

    "Kita juga berada di jalur ALKI II yang sangat potensial. Ke depan, kita harus menata kembali pelabuhan-pelabuhan ekspor yang ada di Kaltim. Sehingga ekspor langsung bisa dilakukan, tentunya dengan dukungan berbagai pihak," pungkasnya.

Related Articles

See More