Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Susah Dapat Kerja? Coba 3 Strategi Ini biar Cepat Dilirik HRD
ilustrasi melamar kerja (unaplash.com/Sebastian Herrmann)
  • Pencari kerja disarankan menyiapkan CV ringkas, surat lamaran yang disesuaikan, portofolio terbaik, serta latihan wawancara sambil memahami profil perusahaan.
  • Peluang lowongan dapat dicari lewat LinkedIn, komunitas, job fair, seminar, teman, keluarga, dan komunikasi profesional langsung dengan perekrut.
  • Penolakan perlu dijadikan evaluasi untuk memperbaiki dokumen, wawancara, serta keterampilan; pencari kerja juga dianjurkan menghargai kemajuan kecil dan terus belajar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mencari pekerjaan di tengah persaingan yang semakin ketat bukan perkara mudah. Jumlah pencari kerja terus bertambah, sementara lowongan yang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman belum tentu tersedia setiap saat.

Kondisi tersebut tak jarang membuat pencari kerja merasa cemas, terutama ketika lamaran yang dikirim belum juga mendapat respons dari perusahaan.

Namun, proses mencari kerja dapat dijalani dengan lebih terarah melalui persiapan dan strategi yang tepat. Berikut tiga hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.

1. Siapkan diri dengan matang

ilustrasi pria melamar kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langkah pertama adalah memastikan seluruh kebutuhan untuk melamar pekerjaan sudah dipersiapkan dengan baik. CV, surat lamaran, portofolio, hingga kemampuan menghadapi wawancara menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

CV sebaiknya dibuat ringkas, jelas, dan mudah dibaca. Cantumkan pengalaman serta keterampilan yang paling relevan dengan posisi yang dituju. Hindari memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Surat lamaran juga sebaiknya tidak dibuat dengan pola yang sama untuk setiap perusahaan. Sesuaikan isi surat dengan posisi yang dilamar agar terlihat lebih personal dan menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan tersebut.

Bagi pelamar yang bekerja di bidang kreatif atau profesi yang membutuhkan hasil karya, portofolio juga menjadi bagian penting. Pilih karya terbaik dan tampilkan secara rapi agar perekrut dapat melihat kemampuan yang dimiliki.

Persiapan juga perlu dilakukan sebelum menghadapi wawancara. Pelamar dapat berlatih menjawab pertanyaan umum, memahami profil perusahaan, serta meminta masukan dari teman atau mentor.

2. Manfaatkan semua networking yang ada

ilustrasi melamar kerja (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Mencari lowongan kerja tidak hanya bisa dilakukan melalui situs pencari kerja. Banyak informasi pekerjaan yang beredar melalui jaringan profesional, komunitas, hingga media sosial.

Platform seperti LinkedIn dapat dimanfaatkan untuk membangun koneksi dengan profesional dan perusahaan. Selain mengikuti akun perusahaan, pencari kerja juga bisa aktif mengikuti diskusi, membagikan informasi yang relevan, dan memperluas jaringan.

Menghadiri job fair, seminar, atau acara komunitas profesional juga dapat membuka peluang baru. Pertemuan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang bisa menjadi pintu masuk untuk memperoleh informasi mengenai lowongan yang belum banyak diketahui publik.

Informasi dari teman dan keluarga pun tidak sebaiknya diabaikan. Rekomendasi dari orang terdekat terkadang dapat membantu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga baru.

Pencari kerja juga dapat menghubungi perekrut secara langsung melalui kanal profesional. Namun, komunikasi tetap perlu dilakukan secara sopan, singkat, dan sesuai etika profesional.

3. Mental baja dan jangan mudah baper

ilustrasi melamar kerja (vecteezy.com/nuttawan jayawan)

Penolakan dalam proses rekrutmen merupakan hal yang biasa terjadi. Tidak lolos seleksi bukan berarti kemampuan seseorang tidak cukup untuk mendapatkan pekerjaan.

Setiap proses rekrutmen dapat menjadi bahan evaluasi. Pelamar bisa melihat kembali kualitas CV, cara menjawab pertanyaan saat wawancara, hingga keterampilan yang masih perlu ditingkatkan.

Jika menemukan kekurangan, manfaatkan waktu untuk belajar. Mengikuti kursus, membaca buku, memperdalam keterampilan teknis, maupun meningkatkan kemampuan komunikasi dan soft skill dapat membuat seorang pencari kerja lebih kompetitif.

Kemajuan kecil juga patut dihargai. Masuk dalam daftar kandidat terpilih (shortlist) atau mendapat panggilan wawancara merupakan tanda bahwa lamaran mulai menarik perhatian perusahaan.

Mencari pekerjaan memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun, dengan persiapan yang matang, jaringan yang luas, serta kemauan untuk terus belajar, peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai akan semakin terbuka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article