Tongkang Kandas di Sungai Kapuas Jadi Tempat Wisata Dadakan di Sekadau

- Kemarau panjang menyusutkan debit Sungai Kapuas di Sekadau, membuka hamparan pasir yang ramai didatangi warga untuk bersantai, makan bersama, dan berfoto.
- Tongkang pengangkut kernel sawit dari Sejiram menuju Tayan kandas hampir tiga bulan akibat alur dangkal, sehingga kapal besar kesulitan melintas dan distribusi komoditas berpotensi terdampak.
- Lokasi di Kampung Sungai Raya mudah dijangkau dari Kota Sekadau dan viral di media sosial, meski kabut asap menghalangi sunset; hamparan pasir akan hilang saat debit naik.
Sekadau, IDN Times - Pemandangan tak biasa terlihat di Sungai Kapuas, Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar).
Kemarau panjang membuat permukaan air sungai menyusut drastis. Bagian dasar sungai yang biasanya terendam kini terbuka lebar, membentuk hamparan pasir yang membentang di sejumlah titik.
Alih-alih sepi, kondisi tersebut justru mengundang rasa penasaran warga. Sore hari menjadi waktu favorit masyarakat datang ke lokasi untuk sekadar duduk santai, makan bersama keluarga hingga mengabadikan momen dengan berfoto.
Hamparan pasir di tengah Sungai Kapuas itu bahkan mulai disebut warga seperti pantai dadakan.
1. Kapal tongkang kandas jadi wisata dadakan

Warga ramai-ramai kunjungi Sungai Kapuas yang surut. (IDN Times/istimewa). Pemandangan semakin menarik karena sebuah kapal tongkang terlihat kandas di tengah sungai. Kapal tersebut diketahui membawa kernel sawit dari Sejiram menuju Tayan.
Namun, perjalanan tongkang itu harus terhenti. Penjaga kapal menyebut kapal sudah hampir tiga bulan tidak dapat melanjutkan perjalanan karena alur Sungai Kapuas semakin dangkal.
Debit air yang terus turun membuat ruang pelayaran semakin terbatas. Kapal-kapal berukuran besar pun kesulitan melintas, sementara kondisi ini berpotensi berdampak terhadap distribusi komoditas melalui jalur sungai.
Di tengah persoalan tersebut, warga justru melihat sisi lain dari surutnya Sungai Kapuas.
Mila, salah seorang pengunjung, mengatakan suasana di lokasi mengingatkannya pada kawasan pantai di Singkawang.
“Seperti di pantai di Singkawang. Ramai untuk menikmati pemandangan dan foto-foto, bawa tikar untuk makan bersama,” ujar Mila, Minggu (6/9/2026).
2. Viral di medsos buat penasaran

Tongkang kandas imbas kemarau jadi wisata dadakan. (IDN Times/istimewa). Ia mengaku awalnya mengetahui keberadaan hamparan pasir tersebut dari media sosial. Foto dan video lokasi yang beredar membuatnya penasaran untuk datang secara langsung.
“Saya tahu dari media sosial yang mulai viral, jadi penasaran untuk datang. Ternyata ramai setiap sore,” katanya.
Meski menjadi tempat baru untuk menikmati suasana sore, Mila menyebut pemandangan di lokasi belum sepenuhnya maksimal. Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut membuat matahari terbenam tidak terlihat jelas.
“Hanya pemandangan banyak kabut asap, sehingga sunset terlindung dan tidak jelas,” ujarnya.
3. Lokasinya mudah dijangkau dari Kota Sekadau

Tongkang kandas jadi tempat wisata dadakan. (IDN Times/istimewa). Lokasi ini relatif mudah dijangkau dari pusat Kota Sekadau. Pengunjung dapat melintasi Jalan Tanjung, kemudian mencari akses menuju Jalan Sungai Raya. Kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat digunakan hingga mendekati lokasi.
Fenomena ini memperlihatkan dua wajah Sungai Kapuas saat kemarau panjang. Bagi aktivitas pelayaran, sungai yang semakin dangkal menjadi persoalan karena mempersempit alur kapal.
Namun bagi masyarakat, dasar sungai yang muncul ke permukaan justru menciptakan ruang baru untuk berkumpul.
Untuk sementara, hamparan pasir tersebut menjadi semacam ‘pantai dadakan’ di Sekadau. Namun, ruang rekreasi itu bisa kembali hilang kapan saja ketika hujan turun dan debit Sungai Kapuas kembali meningkat.


















