Tak Ada Ampun, Polda Kaltim Bakal Basmi Narkoba di Gunung Bugis

Balikpapan, IDN Times - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Brigadir Jenderal M Sabilul Alif menegaskan keseriusan polisi dalam upaya memberantas narkoba di wilayah Kaltim. Termasuk kawasan Gunung Bugis, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, yang selama ini dilabeli sebagai "Kampung Narkoba". Hal itu diungkapkan Sabilul Alif selepas rilis pengungkapan kasus peredaran sabu jarigan antar pulau, Kamis (14/11/2024).
Sebagai informasi, pada Senin (11/11/2024) kemarin, kepolisian menggelar operasi di kawasan Gunung Bugis. Hasilnya, puluhan warga terjaring razia. Dari Dari hasil tes urine, banyak di antara mereka yang positif pengguna sabu.
Operasi yang dilakukan kepolisian itu sempat mendapat kritik tajam dari pengamat hukum di Balikpapan, Piatur Pangaribuan. Dia menilai, kepolisian tak pernah serius dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Gunung Bugis itu.
1. Operasi di Gunung Bugis akan dilanjutkan

Brigjen M Sabilul Alif mengatakan, operasi yang dilakukan pada Senin (11/11/2024) kemarin hanya awal. Ke depan, dia memastikan operasi di Gunung Bugis akan semakin masif. Saat ini, kepolisian juga sudah mulai menempatkan personel yang berjaga di kawasan tersebut.
Dalam waktu dekat, Polda Kaltim juga akan mendeklarasikan Gunung Bugis sebagai Kampung Bebas Narkoba.
"Tekad kami adalah mewujudkan Gunung Bugis sebagai kampung yang bebas dari peredaran narkoba. Bukan narkoba bebas beredar," tegas jenderal bintang satu ini.
2. Tindak tegas anggota kepolisian yang terlibat narkoba

Di sisi lain, Sabilul Alif menegaskan, tindakan tegas tidak hanya dilakukan kepada masyarakat yang terlibat dalam peredaran narkoba. Sanksi tegas juga sudah menanti bagi anggota kepolisian yang terindikasi jadi beking narkoba.
"Ini pesan Kapolda Kaltim, anggota yang terlibat dalam peredaran narkoba akan kami tindak. Tidak ada toleransi," jelas dia.
3. Klaim peredaran sabu di Gunung Bugis menurun

Meski nyaris tiap tahun dirazia, nyatanya peredaran narkoba di kawasan Gunung Bugis seperti tak terpengaruh. Soal itu, Sabilul Alif punya pandangan lain. Meski belum sepenuhnya bersih, dia menyebut peredaran sabu di kawasan tersebut sudah cenderung menurun.
"Mungkin kalau peredaran masih ada, tapi kami yakin jumlahnya menurun. Makanya kami juga sudah mulai menempatkan personel di sana untuk melakukan pengawasan di sana," kata dia.
Sebelumnya, pengamat hukum Piatur Pangaribuan sempat melontarkan kritik tajam terkait operasi narkoba di Gunung Bugis. Dia menilai, upaya kepolisian dalam pemberantasan narkoba di kawasan itu cenderung tidak efektif.
"Ini bisa disebut kegagalan kapolda. Meski sudah beberapa kali pergantian kapolda, masalah narkoba di Gunung Bugis tetap tidak terselesaikan," ujar Piatur, Rabu (13/11/2024) kemarin.
Ia menilai razia yang dilakukan selama ini hanya berfokus pada pengguna dan kurir, sementara bandar besar tetap bebas. Menurutnya, dengan sumber daya yang ada, kepolisian seharusnya dapat mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih luas.
"Jika serius, tinggal tangkap saja gembongnya. Selama ini yang tertangkap hanya pengguna dan kurir," tambahnya.



















