Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Takut Corona, Penghuni Apartemen Pertamina Balikpapan Ogah Dicoklit
IDN Times / M Hilmansyah

Balikpapan, IDN Times – Ratusan penghuni Apartemen Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, menolak kedatangan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dari KPU Kota Balikpapan, untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih. Mereka yang menolak mengaku takut tertular virus corona atau COVID-19.

“Saat ini salah satu kendala kami (KPU) adalah saat akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap warga penghuni Apartemen Pertamina Balikpapan di Balikpapan Barat, para penghuni beralasan takut saat dicoklit tertular COVID-19 dari petugas lapangan KPU Kota Balikpapan,” ujar Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha usai melakukan coklit di rumah Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, Kamis (23/7/20).

1. KPU akan melakukan komunikasi dengan manajemen Pertamina

IDN Times / Hilmansyah

KPU Kota Balikpapan akan melakukan koordinasi dengan pihak manajamen Apartemen Pertamina Balikpapan agar penghuni apartemen bersedia mengikuti coklit.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak manajemen Pertamina, seperti apa langkah yang nantinya akan kami lakukan secara bersama-sama,” jelas toha.

Saat ini, kata Thoha, hasil evaluasi coklit yang dilakukan di Balikpapan sudah mencapai 50 persen, di mana jumlah pemilih yang terdaftar ada sebanyak 481.118 orang. “Kalau melihat capaiannya, target kami sudah melampaui karena PPDP setiap hari minimal mendatangi 3 rumah, pelaksanaan PPDP sendiri sudah dilaksankan sejak 15 Juli lalu dan akan berakhir 13 Agustus mendatang,” paparnya.

2. Manajemen Pertamina tegaskan dukung pilkada serentak

IDN Times / Hilmansyah

Menanggapi adanya penghuni Apartemen Pertamina Balikpapan yang tidak bersedia mengikuti coklit, manajemen PT Pertamina Balikpapan mengaku segera berkomunikasi dengan KPU. Pasalnya, manajemen mengatakan tidak pernah melarang PPDP melakukan coklit di apartemen.

“Saya baru dengar mas, nanti saya coba komunikasikan dengan manajemen, karena sepengetahuan saya tidak ada larangan untuk melakukan coklit di apartemen. Namun jika ada penghuni yang menolak karena khawatir akan tertular COVID-19 dari petugas PPDP, ya mungkin saja terjadi, tapi ini kan personal sifatnya,” jelas Region Manager Communication Relation & CSR Pertamina Kalimantan, Robert Marchelino Verieza, Kamis.

Robet mengatakan, manajemen pada prinsipnya akan mendukung pelaksanaan coklit karena ini merupakan program nasional untuk Pilkada Serentak 2020.

3. Ketua KPU coklit Wakil Wali Kota Balikpapan

IDN Times / Hilmansyah

Sementara itu, KPU Balikpapan tak ingin mengulangi kesalahan pada pilkada sebelumnya. Ketika itu Wakil Wali Kota Balikpapan, tidak bisa memilih karena ada kesalahan teknis yang menyebabkan Rahmad tak terdaftar sebagai pemilih.

“Lima tahun lalu teman-teman kami membuat kesalahan, di mana Pak Rahmad Mas’ud yang tinggal di Balikpapan Kota kami berpikir juga akan menggunakan hak pilihnya di Balikpapan Kota, tapi ternyata di Balikpapan Barat, petugas di Balikpapan barat mencoret namanya sedangkan di Balikpapan kota tidak mendaftarkannya, nah kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi,” ujarnya.

Rahmad pun mengapresiasi Ketua KPU Balikpapan yang datang langsung memantau pelaksanaan coklit ini, untuk memastikan pemilih yang memiliki hak pilih masuk dalam daftar.

“Di keluarga saya hanya tiga orang saja yang memiliki hak pilih, yakni saya dan isteri dan anak perempuan saya yang pertama Cindara, sedangkan 5 anak saya lainnya belum punya hak pilih,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article