Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral! Orangutan Nyeberang Jalan hingga BKSDA Kaltim Terjunkan Tim
Orangutan sedang menyeberang di jalan poros Sangatta-Muara Wahau, (IDN Times/Istimewa)

Balikpapan, IDN Times - Beberapa waktu lalu viral di media sosial adanya individu orangutan menyeberangi jalan. Nampak hewan dengan nama ilmiah pongo pygmaeus tersebut berjalan di tengah jalan dan guyuran hujan dan tidak canggung bertemu dengan lalu lalang kendaraan sedang melintas. 

Belakangan diketahui, video itu diambil di kawasan Jalan Poros Sangata-Muara Wahau, tepatnya di kilometer 5,5 dari Simpang Perdau Kutai Timur Kalimantan Timur (Kaltim).  

Tatapan nanar diberikan masyarakat terhadap beredarnya video tersebut. Di mana banyak dari masyarakat meminta agar pemerintah setempat segera bertindak untuk menyelamatkan hewan yang masuk dalam daftar dilindungi tersebut.

1. BKSDA bergerak menindaklanjuti

Ilustrasi orangutan. (Dok. Borneo Orangutan Survival Foundation/Fiet Hayu Patispathika)

Usai ramai di media sosial, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim pun bergerak menurunkan timnya untuk memastikan kondisi orangutan tersebut. Sejauh ini hasil penyelidikan BKSDA, rupanya kawasan tersebut memang kerap ditemukan orangutan.

Ivan Yusfi Noor selaku Kapala BKSDA Kaltim menerangkan, menurut peneliti area Perdau, Bengalon hingga Wahau memang merupakan habitat alami satwa orangutan. Sebab di daerah tersebut masih terdapat hutan konsesi milik PT Kaltim Prima Coal (KPC). Di mana konsesi KPC tersebut tidak sepenuhnya hanya sebagai area tambang.

"Lebihnya masih hutan sekunder. Area konsesi hutan daerah KPC juga sebelumnya tempat pengungsian yang berubah jadi tambang," jelasnya.

2. Ditemukan sarang orangutan

Temuan sarang diduga milik orangutan jantan dewasa, (IDN Times/instagram BKSDA Kaltim)

Ivan menuturkan, orangutan yang kemarin melintas di jalan tersebut diidentifikasi sebagai individu orangutan dewasa berjenis kelamin jantan. Setelah menelusuri lokasi kejadian, tak jauh dari perlintasan ditemukan sarang orangutan itu yang berada di ujung dahan kayu di tengah rerumputan rindang.

Sebenarnya, kata dia, fenomena pergerakan orangutan yang menyeberang jalan sudah terjadi sejak tahun 2006 silam. Hal ini dikarenakan jalan tersebut masih masuk area pintasan pergerakan dari satwa liar ini.

"Kami temukan sarang orangutan di kawadan sekunder di sekitar lokasi perlintasan," terangnya.

3. Akan buat rambu peringatan

unsplash.com/Milan De Clercq

Menyikapi soal orangutan menyeberang jalan yang dinilai membahayakan bagi pengendara lain, pihaknya telah meminta jajarannya untuk membuat rambu-rambu peringatan.

"Kita sudah perintahkan teman-teman untuk mendesain rambu yang nanti akan mengingatkan kepada pengendara yang melalui jalur itu karena ada lintasan satwa liar," pungkasnya.

Ivan sendiri meminta agar masyarakat lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut. Karena ketika hewan liar tersebut melintas, konsekuensinya tentu akan sedikit mengganggu alur lalu lintas. Bagi orangutan, jalur tersebut lazim dipergunakan sebagai perlintasan dalam mencari makanan. 

Editorial Team

Related Article