Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral! Ratusan Siswa di Kalbar Tolak MBG, Alasannya Menu Kurang Bergizi

Viral! Ratusan Siswa di Kalbar Tolak MBG, Alasannya Menu Kurang Bergizi
Menu MBG saat bulan Ramadan. (IDN Times/Istimewa).

Kubu Raya, IDN Times - Di Bulan Suci Ramadan, Makan Bergizi Gratis (MBG) masih didistribusikan kepada siswa di Kalimantan Barat (Kalbar), namun menu yang disajikan adalah makanan kering untuk dimakan usai berbuka puasa.

Di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, ratusan siswa menolak MBG karena dirasa kurang bergizi dan mengembalikan paket MBG tersebut kepada SPPG.

Peristiwa itu viral di media sosial, pihak sekolah membagikannya lewat cerita Instagram. Mereka mengonfirmasi bahwa pihaknya menolak MBG tersebut karena dirasa kurang bergizi.

1. Menu tak sesuai dan tak bergizi

Siswa di Kubu Raya tolak MBG.
Siswa di Kubu Raya tolak MBG. (IDN Times/istimewa).

Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat menolak paket MBG yang didistribusikan pada, Selasa (24/2/2026). Penolakan dilakukan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari segi pemenuhan gizi maupun kelayakan anggaran.

Salah satu Guru SMAN 1 Rasau Jaya, Vivi Awalia, mengatakan baik guru maupun siswa sepakat tidak menerima paket makanan tersebut.

“Karena menurut kami menu yang diberikan tidak sesuai, baik dari segi budget maupun pemenuhan gizinya. Bukan hanya guru yang menolak, anak-anak juga menolak,” ungkap Vivi.

Total penerima manfaat di sekolah tersebut tercatat sebanyak 743 siswa dan 50 guru. Namun, seluruhnya memilih menolak menu yang dibagikan pada hari itu.

2. Ini menu yang disajikan saat bulan Ramadan

Siswa tolak menu MBG karena dirasa kurang bergizi.
Siswa tolak menu MBG karena dirasa kurang bergizi. (IDN Times/istimewa).

Adapun menu yang diterima untuk jatah dua hari terdiri dari setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu buah jeruk, satu kue pisang cokelat (piscok), serta satu bolu kukus.

“Itu untuk menu dua hari. Wajar jika kami menolak,” terang Vivi.

Dia bilang, penolakan tersebut bukan bermaksud menolak program pemerintah, melainkan agar menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Penolakan kami bermaksud agar jadi bahan evaluasi dan ada perubahan yang lebih baik,” jelasnya.

3. Keterangan dari Kepala MBG Kalbar

Ilustrasi MBG.
Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sementara itu, Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, menjelaskan bahwa menu MBG selama bulan Ramadan memang berbeda dengan hari biasa.

Menurutnya, sesuai SOP pelaksanaan MBG di bulan Ramadan, menu yang dibagikan berupa makanan kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya.

“Menu Ramadan itu memang menu kering. Tidak dianjurkan menggunakan makanan yang cepat basi dan bercita rasa pedas,” terang Agus.

Dia menegaskan, menu tetap harus memenuhi kaidah gizi seimbang dan menerapkan SOP keamanan pangan, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa serta izin produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Agus juga menekankan bahwa makanan kemasan pabrikan ultra-processed food (UPF) tidak dijadikan menu utama di SPPG.

“Yang kita hindari itu produk ultra-processed food yang dijadikan menu utama. Prinsipnya tetap gizi seimbang dan aman dikonsumsi saat berbuka,” ujarnya.

Untuk mekanisme distribusi, makanan dibagikan pada pagi hari dan dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

“Karena siswa berpuasa, maka pendistribusian dilakukan pagi hari agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka,” tukasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Embung 80 Persen Terisi, Air Bersih PPU Aman hingga Lebaran

24 Feb 2026, 22:00 WIBNews