TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Optimis, Balikpapan Target Setengah Warganya Sudah Divaksin Akhir 2021

Balikpapan disiplin, namun kasus positif masih tinggi

Siswa SMP di Balikpapan mendapatkan suntikan pertama vaksin COVID-19. (IDN Times/ Fatmawati)

Balikpapan, IDN Times - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim) diperpanjang. Ini sesuai Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300/2848/PEM di mana PPKM level 4 berlaku dari 24 Agustus hingga 6 September mendatang. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, Mendagri sudah menerbitkan instruksi pemberlakuan PPKM untuk seluruh kota/kabupaten di masa pandemik. Dalam hal ini, Kota Balikpapan hanya melaksanakan kebijakan sudah diputuskan pemerintah pusat. 

"Karena ini sudah berdasarkan evaluasi terhadap daerah. Dan apa pun yang dilakukan pemerintah pada dasarnya untuk kebaikan kita bersama," terang Wali Kota Rahmad Mas'ud, Rabu (25/8/2021). 

Menurutnya langkah PPKM adalah yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menekan angka kasus. Pasalnya,sejumlah negara lain tren kasus kembali meninggi.

"Maka jangan sampai kita terlena dan melonggarkan PPKM," kata Rahmad. 

Baca Juga: Stop Dapur Umum, Balikpapan Fokuskan Pasien COVID-19 ke Isoter

1. Wali Kota Balikpapan upayakan kejar capaian vaksin 50 persen di akhir tahun

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud meninjau vaksinasi pedagang di Plaza Kebun Sayur (6/8/2021). (IDN Times/ Fatmawati)

Rahmad mengakui, capaian vaksinasi di kota Balikpapan memang belum setinggi negara lain, di misalnya Eropa. Meskipun mereka sudah melakukan vaksinasi dengan maksimal, menurutnya tidak sepenuhnya mampu menekan angka pasien terpapar virus. 

Semisal sejumlah negara seperti Inggris dan Prancis di mana kasus COVID-19 kembali meningkat. 

Oleh karena itu ia minta masyarakat yang sudah divaksin sekalipun untuk tidak lalai. Karena walau sudah divaksin bisa terjadi peningkatan kasus di beberapa negara di luar. 

"Saya pun juga sudah menyampaikan pada presiden untuk memaksimalkan vaksin di Kaltim. Terutama karena saat ini kita masih level 4. Makanya harus jadi prioritas," katanya. 

Sebelumnya wali kota sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Dia mengaku telah menyampaikan perihal kebutuhan vaksin Kota Balikpapan. 

"Capaian vaksin kita masih 35 persen. Makanya kami berusaha agar akhir tahun ini bisa 50 persen. Terlebih distribusi vaksin untuk Kaltim, khususnya Balikpapan sekarang kan lebih baik," ungkap Rahmad. 

2. Balikpapan disiplin namun kasus masih tinggi

Kepala Satpol PP Kaltim, Gede Yusa (IDN Times/ Fatmawati)

Dalam kesempatan kemarin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim, Gede Yusa juga hadir di Balai Kota Balikpapan. 

Dirinya sempat mengungkapkan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan relatif membaik. Termasuk dengan adanya PPKM level 4. 

"Sekarang masyarakat maupun pemerintah kabupaten/ kota di Kaltim juga makin baik. Beberapa kabupaten dan kota di Kaltim saya lihat juga makin banyak yang melakukan sosialisasi terkait PPKM dan protokol kesehatan," katanya. 

Ia melihat Balikpapan sebagai salah satu kota yang disiplinnya cukup tinggi. Terutama secara operasional dan administrasi. Namun diakuinya angka kasus masih termasuk tinggi. 

"Mungkin karena Balikpapan sangat kompleks juga. Apalagi Balikpapan merupakan pintu masuk Kaltim maupun Kaltara. Dan Balikpapan juga merupakan kota dengan banyak pendatang yang datang untuk bekerja," ujarnya.

Inilah yang kemudian jadi salah satu penyebab varian delta bisa masuk di Kota Minyak. Mulai dari klaster perusahaan, rumah tangga dan lainnya. 

"Oleh karena itu saya melihat secara keseluruhan Kaltim masyarakat sudah mulai sadar," jelasnya 

Baca Juga: Dampak PPKM, Balikpapan Menunjukkan Penurunan Kasus COVID-19

Berita Terkini Lainnya