TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Aduh! Anggaran Menurun, Nominal Bansos di Balikpapan Akan Dikurangi

Alokasi anggaran bansos turun 40 persen

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (IDN Times /Haikal)

Balikpapan, IDN Times - Pemerintah Kota Balikpapan berencana akan mengurangi nilai nominal bantuan soal yang akan diberikan kepada warga yang terkena dampak penyebaran COVID-19.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Balikpapan mengatakan kebijakan itu dilakukan agar dana yang tersedia mencukupi untuk dibagikan kepada warga yang masuk dalam daftar penerima bantuan sosial pada pandemi COVID-19 gelombang pertama periode April hingga Agustus lalu.

"Ada beberapa opsi, yang pertama nilai dikurangi, atau nilainya tetap tapi bulan penyalurannya yang dikurangi," katanya ketika diwawancarai wartawan di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan, Selasa (29/9).

 

Baca Juga: Awas! Hanya dalam Sepekan Kaltim Menambah Ribuan Positif Corona  

1. Pengurus RT mendesak tidak ada pengurangan daftar penerima

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi (IDN Times /Haikal)

Menurutnya, rencana kebijakan itu dilakukan untuk menindaklanjuti masukan dari sejumlah Ketua RT yang meminta agar jumlah daftar penerima bantuan sosial tidak dikurangi, karena akan berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

"Karena memang ada masukan dari sejumlah ketua RT yang menyampaikan bahwa jangan sampai ada pengurangan jumlah penerima bantuan sosial karena kalau sampai ada pengurangan, pihak RT memilih lebih baik bantuan sosial ditiadakan," ungkapnya.

 

2. Alokasi anggaran bansos menurun

Ilustrasi Uang (IDN Times/Lia Hutasoit)

Berdasarkan hasil pembahasan APBD Perubahan 2020, alokasi dana yang dikucurkan untuk menangani program jaring pengaman sosial kepada warga terdampak COVID-19 tercatat mencapai Rp40 miliar.

Dana tersebut lebih kecil dibandingkan alokasi anggaran untuk program jaring pengaman sosial pada gelombang pertama COVID-19, yang tercatat mencapai Rp70 miliar.

Estimasi awal, dana itu disalurkan kepada sekitar 70 ribu penerima, dengan alokasi sebesar Rp1 juta, yang dibagikan selama 4 bulan, masing-masing Rp250 ribu per bulan dari April, Mei, Juni dan Juli.

"Jadi nanti salah satu solusi yang diberikan adalah bagaimana dana Rp40 miliar tersebut dapat mencukupi untuk dibagikan kepada sekitar 70 ribu warga penerima, jadi tinggal dibagi saja Rp40 miliar dibagi dengan 70 ribu warga yang ada, yang teknisnya akan dilaksanakan dengan mengurangi jumlah bulan atau mengurangi nilai yang akan diberikan kepada masyarakat," terangnya.

 

Baca Juga: Viral! Kakek Nelayan Terombang-ambing di Lautan Kaltim selama 6 Hari

Baca Juga: Ingat! Dua Kali Kedapatan Tanpa Masker, Bersiap Rasakan Sanksi Sosial

Berita Terkini Lainnya