TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

PTM Siswa SMA/SMK di Kaltim saat Vaksinasi di Atas 75 Persen

Penanganan pandemik COVID-19 positif di Kaltim

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di lokasi DOME Balikpapan Kaltim. (IDN Times/Hilmansyah)

Samarinda, IDN Times - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) HM Sa'bani dalam berbagai acara selalu mengingatkan Dinas Pendidikan di daerah, bahwa pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk jenjang SMA/SMK baru akan diberikan izin setelah siswa dan gurunya sudah divaksin COVID-19 minimal capaiannya 75 persen.

"Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota agar cepat melaksanakan akselerasi vaksinasi COVID-19, untuk siswa dan guru-gurunya," pesan Sa'bani dalam akun Instagram Pemprov Kaltim, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Polda Kaltim akan Tindak Aksi Penutupan Jalan Tol di Kaltim

1. Pandemik COVID-19 di Kaltim melandai

Vaksinasi COVID-19 memperingati HUT Polwan di Balikpapan Kaltim. (IDN Times/Hilmansyah)

Sa'bani menjelaskan wilayah Kaltim, kasus COVID-19 terus melandai, tetapi vaksinasi untuk siswa dan guru SMA/SMK belum mencapai 75 persen.

"Minimal vaksinnya 75 persen, kalau itu belum tercapai maka pemprov tidak mengeluarkan izin PTM. Karenanya, akselerasi vaksin COVID-19 harus cepat dilakukan," tegas.

Terkait siswa SMA/SMK dan guru yang sudah mendapatkan vaksin, Pemprov akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, untuk mengetahui realisasi capaiannya.

2. Koordinasi antara instansi kota/kabupaten dan pemprov

Pelaksanaan serbuan vaksinasi COVID-19 oleh TNI AU di Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Kaltim). Foto istimewa

Dinas Kesehatan kabupaten dan kota bisa berkolaborasi dengan dinas pendidikan untuk mengakselerasi realisasi vaksinasi untuk siswa dan guru SMA/SMK, sehingga bisa tercapai 100 persen. Begitu pula vaksinasi untuk masyarakat agar terbentuk kekebalan komunal di Kaltim secara keseluruhan. 

Sa'bani juga meminta kabupaten dan kota segera melaporkan ke provinsi jika mengalami kendala atau permasalahan.

"Sehingga cepat pula dicarikan solusinya. Dengan begitu vaksinasi dapat terlaksana dengan baik," pesan Sa'bani. 

3. Update perkembangan pandemik Kaltim

Proses vaksinasi COVID-19 untuk nasabah Bankaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)

Update perkembangan COVID-19 suspek total 1.049.366 kasus (tambah 8.298 kasus), dan discarded/suspek negatif 882.939 kasus (tambah 7.945 kasus), Minggu (14/11/2021).

Berdasarkan rilis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim terkonfirmasi positif 21 kasus, menjadi total 158.120 kasus, probable 30 kasus dan masih proses 8.277 kasus.

Pasien sembuh dan selesai isolasi 19 kasus, total menjadi 152.576 kasus, meninggal nol kasus, tetap 5.451 kasus dan dirawat 93 kasus, sebab berkurang 2 kasus.

4. Penurunan kasus di sejumlah kota/kabupaten Kaltim

Proses vaksinasi COVID-19 untuk nasabah Bankaltimra. (IDN Times/Hilmansyah)

Sementara status zona per wilayah terjadi perubahan sesuai fluktuasi, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menyebutkan Balikpapan berubah zona kuning yang selama ini bertahan di zona oranye.

Sedangkan Kutai Barat yang sudah status zona kuning, hari ini masuk ke zona oranye.

"Kabupaten Mahakam Ulu tetap di zona hijau. Semoga daerah lainnya di zona kuning, juga segera turun ke zona hijau," kata Andi Ishak, Ahad (14/11/2021).

Dijelaskannya, kasus terkonfirmasi positif warga terpapar virus corona kontribusi dari tujuh daerah, selain Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara dan Bontang yang nol kasus positif.

Baca Juga: Tujuh Hari Berturut-turut Angka Kematian COVID-19 di Kaltim Nol

Berita Terkini Lainnya