TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Gegara Adu Mulut, Anak Bacok Ayah Kandung Hingga Tewas di Kaltim

Polisi masih menyelidiki motif di balik pembantaian tersebut

Barang bukti parang panjang yang digunakan tersangka untuk membantai ayah dan istrinya. Petaka berdarah di Kutai Timur, Kaltim ini bikin geger warga (Dok. IDN Times/Istimewa)

Samarinda, IDN Times  -Cekcok antara orang tua dan anak di Bengalon, Kutai Timur, Kaltim berujung maut. Sang ayah Ignasius Klau (60) tewas bersimbah darah setelah dibacok parang oleh anaknya, Marjoni Klau(38). Peristiwa yang terjadi pada Selasa subuh, 11 Agustus 2020 ini sempat bikin geger warga kilometer 106, Desa Tepian Indah. Pasalnya tersangka tega membantai keluarganya sendiri tanpa ampun.

“Kasus masih dalam penyelidikan. Yang jadi korban tak hanya ayahnya, tapi juga istrinya (Delviana, 37). Kini dalam kondisi kritis,” ucap AKP Zarma Putra, kapolsek Bengalon saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2020) siang.

Baca Juga: Ayah yang Cabuli Anak Tiri di Kutai Timur Terancam 15 Tahun Penjara

1. Istri tersangka menjadi kunci utama dari petaka berdarah di Bengalon, Kutai Timur

Delviana (37), istri tersangka yang saat ini dalam kondiri kritis. Dia merupakan saksi utama dalam kejadian berdarah di Bengalon, Kutai Timur, Kaltim ini (Dok.IND Times/Istimewa)

Hingga kini polisi masih menunggu Delviana siuman. Sebab dia lah satu-satunya saksi korban yang mengetahui mula petaka berdarah tersebut. Meski demikian, dari keterangan yang dihimpun petugas di tempat kejadian perkara (TKP) pembantaian ini dimulai dari pertengkaran antara Joni dan Iknasius, ayahnya. Rupanya dari selisih pendapat ini bikin tersangka naik pitam.

“Dia (Joni) kemudian ke rumahnya dan mengambil parang. Istrinya sempat berusaha menghalangi namun jadi korban,” terangnya.

2. Istri dibacok berulang kali dengan parang karena berusaha menasihati tersangka

Lokasi kejadian pekara anak bunuh ayah kandung di Bengalon, Kutai Timur, Kaltim (Dok.IDN Times/Istimewa)

Niat baik sang istri rupanya tak membuat Joni sadar. Dia sudah gelap mata oleh amarahnya yang meledak-ledak. Parang panjang dalam genggamannya itu kemudian diayunkan ke arah istrinya. Delviana tak bisa berbuat banyak selain teriak kesakitan. Jemari kirinya nyaris terpisah karena bacokan parang, pun demikian dengan telapak tangan kanannya.

Polisi menduga korban berusaha bertahan dengan kedua tangannya. Dan dari semua luka paling parah bagian kepala. Persinya pipi sebelah kanan. Setelahnya Joni langsung menuju lokasi ayahnya.

“Setelah kejadian tersebut, korban lari ke dalam gedung GBI (Gereja Bethany Indonesia) meminta pertolongan. Saksi lain bernama Foneke kemudian meminta dua temannya membawa korban ke puskesmas dan segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi,” jelas perwira balok tiga ini.

3. Tersangka menyerahkan diri usah membacok ayahnya dengan parang panjang hingga tewas

(Ilustrasi pembunuhan) IDN Times/Arief Rahmat

Tak ada yang tahu detail kejadian setelah Joni membawa parang panjang itu bertemu dengan ayahnya. Yang pasti kata Zarma, warga setempat mendapati korban tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka di sekujur tubuh di pinggir jalan. Luka-luka bacokan itu ada di bagian kepala bagian atas, leher, lengan kiri dan kanan pun demikian dengan lututnya. Usai pembantaian tersebut, Joni sempat melarikan diri namun paginya dia menyerahkan diri ke polisi.

“Dia mengakui semua perbuatannya dan menunjukkan lokasi parangnya yang dibuang dekat gereja,” jelasnya. 

Baca Juga: Bejat! 2 Tahun Ayah Cabuli Anak Tiri Berkali-kali saat Istri Terlelap

Berita Terkini Lainnya