TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Iming-iming Duit Rp50 Ribu, Kakek Bercucu Sepuluh Mencabuli Bocah SD

Dilakukan lebih dari sekali

Is, tersangka cabul saat diperiksa polisi (IDN Times/Yuda Almerio)

Samarinda, IDN Times -Lima kali menikah tak membuat nafsu laki-laki berisial Is terpuaskan. Dengan iming-iming Rp50 ribu, kakek 78 tahun itu tega mencabuli Mentari--bukan nama sebenarnya-- siswi SD yang masih berusia 11 tahun.

Perbuatan itu dilakukan tak hanya sekali tapi berkali-kali. Namun, aksi bejat itu berhenti tatkala orang tua Mentari melaporkan Is pada 30 Oktober lalu. Polisi kemudian menangkap Is pada Kamis (31/10) di rumah keluarganya di Kecamatan Samarinda Kota.

"Keduanya (korban dan tersangka) adalah tetangga dekat," ucap Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan kepada sejumlah media pada Jumat (1/11).

Baca Juga: Berdalih Mendapat Bisikan Gaib, Ayah Kandung Tega Cabuli Anak Sendiri

1. Tersangka sempat bersembunyi saat hendak ditangkap

Ilustrasi Pencabulan (IDN Times/Sukma Shakti)

Perwira balok satu itu menerangkan, rupanya sebelum mendapat laporan dari orang tuanya. Perbuatan cabul tersangka sempat disaksikan oleh kawan Mentari pada 28 Oktober.

Saat itu tersangka melakukan aksinya di samping rumah tetangga yang tak jauh juga dari rumah korban. Dari situ sahabat Mentari itu melaporkan yang dilihatnya dengan warga. Selanjutnya sampai ke telinga ketua rukun tetangga (RT) dan kabar tersebut berakhir di ayah korban.

Hasilnya orang tua korban melaporkan kejadian tersebut. Setelah mengumpulkan keterangan dari para saksi, korban serta melakukan visum, petugas kemudian bergerak menangkap tersangka.

"Dia (tersangka) sudah tahu kalau dicari, makanya waktu kami ke rumahnya, tersangka tak ada. Dapatnya di rumah keluarganya," katanya.

2. Korban mengaku dicabuli tujuh kali, tersangka bilang hanya tiga kali

Ilustrasi pencabulan (IDN Times/Sukma Shakti)

Kepada polisi, Don Juan mengaku hanya melakukan pencabulan tiga kali. Namun tidak sama dengan keterangan korban. Dari hasil interogasi diperoleh informasi bila korban dicabuli sebanyak tujuh kali. Selalu dilakukan siang hari di samping rumah tetangga yang tak jauh dari kediaman Mentari. Aksi terakhir itu terjadi pada 28 Oktober. Ketika itu korban dipanggil saat sedang berjalan ke rumah sepulang sekolah dan diiming-iming uang sebesar Rp50 ribu. Dari situ tersangka bebas melakukan apa saja. Syukurnya mahkota Mentari tak direnggut.

"Tersangka hanya menggerayangi saja. Tapi tetap perbuatan tersebut melanggar hukum," kata Kanit Reskrim Ridwan.

Baca Juga: Miris, Korban Cabul Ayah Kandung, Dinodai tapi Tak Diakui sebagai Anak

Berita Terkini Lainnya