TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Positif COVID-19 di Kaltim Terus Menanjak, Sudah Mencapai 1.932 Kasus

Angka kematian akibat corona ikut bertambah selama Agustus

Ilustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Samarinda, IDN Times - Virus corona atau COVID-19 di Kaltim terus menular. Selain angka positif corona, pasien kehilangan nyawa juga terus menanjak. Nyaris tiap hari ada yang meninggal. Dari 32 kasus kematian per 1 Agustus 2020, menjadi 55 setelah sembilan hari. Dengan kata lain hanya dalam sepekan lebih kasus kematian bertambah 23 orang.

“Senin, 10 Agustus 2020, ada empat kasus meninggal dunia positif COVID-19 dilaporkan dari Balikpapan,” ujar Andi Muhammad Ishak, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim dalam rilis hariannya pada Senin (10/8/2020) petang.

1. Balikpapan kembali menambah 4 pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia

Andi Muhammad Ishak, pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio)

Detail keempat kasus tersebut ialah pria dengan usia 59 tahun, terkonfirmasi positif corona pada 7 Agustus 2020. Dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Kondisi pasien terus memburuk dan dilaporkan meninggal dunia pada Senin ini. Pada hari yang sama, perempuan 59 tahun, dirawat di RSUD Kanudjoso dan dilaporkan meninggal dunia pukul 00.30 WITA. Dua kasus kematian lainnya, meninggal dunia beberapa hari sebelumnya namun baru terkonfirmasi positif virus corona hari ini. Yakni perempuan 62 tahun warga Balikpapan, meninggal dunia 4 Agustus 2020 pukul 22.00 WITA di RS Pertamina Balikpapan (RSPB) dan pria 65 tahun meninggal dunia di RS Restu Ibu pada 7 Agustus pukul 07.45 WITA.

“Seluruh pasien meninggal dunia memiliki gejala ISPA. Dan dimakamkan sesuai protokol COVID-19,” terangnya.

Baca Juga: Terus Melejit! Pasien Konfirmasi COVID-19 di Kaltim Bertambah 35 Orang

2. Angka kematian akibat corona di Balikpapan tertinggi di Kaltim

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Menurutnya, kasus kematian akibat COVID-19 tak sepenuhnya karena wabah tersebut. Virus corona hanya memperparah kondisi pasien positif yang memiliki penyakit penyerta. Paling sering didapati ialah hipertensi, diabetes, penyakit paru-paru, jantung dan demam berdarah dengue (DBD). Lantaran diikuti oleh komorbid maka akan memperburuk kondisi pasien terkonfirmasi lantaran imunnya lebih rendah. Dari 55 kasus COVID-19 meninggal dunia di Kaltim, 34 merupakan kasus dari Balikpapan. Selebihnya 13 di Samarinda, empat Paser, serta masing-masing satu di Berau, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), dan Bontang.

“Mohon menjadi perhatian masyarakat Kaltim. Menjaga keselamatan keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki keluarga usia lanjut dan ada riwayat komorbid,” lanjutnya.

Baca Juga: Bertambah 53, Total Kasus COVID-19 di Kaltim Mencapai 1.887

Berita Terkini Lainnya