Comscore Tracker

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau Balang

Bakal mempersingkat waktu tempuh Balikpapan-IKN

Samarinda, IDN Times - Pada Sabtu (31/10/2020), beredar postingan di media sosial terkait sudah tersambungnya Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam paser Utara. 

Dalam postingan itu, terlihat ada percikan kembang api. Dari pantauan, percikan kembang api itu, berlokasi di proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang. 

"Bridge Connected. Thanks to all team" juga tertulis dalam video yang beredar itu. 

"Alhamdulillah.. Semalam tepat di akhir Oktober 2020 @jembatan_pulau_balang resmi tersambung," tulis akun Instagram @jembatan_pulau_balang

Lantas, bagaimana fakta-fakta pembangunan Jembatan Pulau Balang? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan tim redaksi IDN Times: 

1. Bangunan pelengkap lainnya masih dalam pengerjaan

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangSeorang pekerja menunjukan pekerjaan terakhir jembatan Pulau Balang (IDN Times/Istimewa)

Irhamsyah, Kepala Bidang Bina Marga PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kaltim, kepada awak media menyampaikan pengerjaan selanjutnya untuk Jembatan Pulai Balang adalah mengerjakan beberapa bangunan pelengkap, seperti pembatas jalan hingga pengaman jembatan.

"Untuk konstruksi jembatannya, kami masih kerjakan bangunan pelengkap lainnya," ujar  Irhamsyah, Minggu (1/11/2020).

Diketahui pengerjaan konstruksi Jembatan Pulau Balang, dikomandoi Balan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Meski demikian, Pemprov Kaltim juga turut serta terlibat dalam proyek strategis nasional itu.

Nantinya, bila seluruh pengerjaan kostruksi jembatan telah rampung, pihaknya bersama BPJN akan melakukan uji layak fungsi oleh KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan). 

"Kemudian tentunya jika sudah selesai semua akan dilakukan uji layak fungsi oleh KKJTJ," ujarnya. 

Baca Juga: 5 Fakta Jembatan Pulau Balang, Ditarget Kelar Februari 2021

2. Waktu tempuh Balikpapan-IKN jadi lebih singkat

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangMenteri PUPR Basuki Hadimuljono (Dokumentasi BNPB)

Dikutip dari situs Kementerian PUPR, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sampaikan bahwa kehadiran Jembatan Pulau Balang akan memperlancar konektivitas antara Samarinda, Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Selain itu Jembatan Pulau Balang II juga akan meningkatkan konektivitas pada Lintas Selatan Kalimantan sebagai jalur utama angkutan logistik karena jarak dan waktu tempuh menjadi lebih singkat.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan selanjutnya ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya, harus memutar dengan jarak sekitar 100 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Dengan adanya jembatan tersebut, nantinya jarak akan menjadi lebih pendek menjadi hanya sekitar 30 km dan perjalanan dapat disingkat hanya dalam waktu satu jam. Rincian satu jam itu, jika dilakukan rute tempuh dari Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam. 

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pengembangan pelabuhan peti kemas dan kawasan industri Kariangau.

3. Jembatan dilengkapi teknologi structural health monitoring system

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangFoto Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan PPU dan Balikpapan/ IG @info_binamarga

Konstruksi jembatan tipe cable stayed ini terdiri dari bentang utama sepanjang 804 meter, jembatan pendekat sepanjang 167 meter, dan jalan akses sepanjang 1.807 meter. Biaya pembangunan jembatan adalah Rp 1,38 triliun.

Kemudian, jembatan juga dilengkapi teknologi structural health monitoring system (SHMS) berupa sensor yang berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan konstruksi jembatan. Pusat pemantauan tersebut saat ini sedang dibangun di bawah Jembatan Pulau Balang. 

Sensor seperti ini sudah diaplikasikan pada empat jembatan lainnya di Indonesia, yakni di Jembatan Suramadu, Jembatan Ir. Soekarno di Manado, Jembatan Merah Putih Ambon, dan Jembatan Musi IV Palembang

4. Biaya pembangunan jembatan Rp1.38 triliun

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangIDN Times/Mela Hapsari

Untuk diketahui, jelasnya, jembatan Pulau Balang sumber dananya pembangunan adalah SBSN atau Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara tahun 2015-2021, dengan pagu anggaran sebesar Rp1.391.042.000.000 dan nilai kontrak addendum 10 sebesar Rp1.386.656.767.000 sementara waktu pemeliharaan yang disepakati selama 1.825 hari.

“Panjang jembatan ini adalah 804 meter dengan lebar 22,4 meter dibagi empat lajur, sementara tinggi pylon 117,5 meter dan jenis bangunan atas berupa cable stayed (kabel tetap). Sementara clearance dari permukaan air laut jembatan ini mencapai 28,4 meter,” ujar Kabag Pembanguan Setkab PPU, Nikco Herlambang. 

5. Detail konstruksi jembatan

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangKonstruksi bangunan Jembatan Pulau Balang/ IG @info_binamarga

Sementara itu, untuk konstruksi bangunan, lebar jembatan adalah 22,4 meter dengan 4 lajur. kemudian, untuk panjang jembatan adalah 804 meter. 

Berikut detail lengkap konstruksi jembatan: 

Jembatan Utama

Jenis bangunan atas: cable stayed 

Jenis bangunan bawah: Bored pile dia. 1,5 meter dan 2 meter 

Panjang Jembatan: 804 meter 

Konfigurasi bentang: 70,5 +130,5 + 402 + 130,5 + 70,5 meter 

Lebar jembatan: 4 lajur (22,4 meter) 

Tinggi pylon: 117,5 meter

Jembatan Pendekat

Jenis bangunan atas: Prestresed Girder (I-Girder) 

Jenis bangunan bawah: Bore pile dia.1,5 meter

Konfigurasi bentang: 4 x 40 meter

Lebar jembatan: 4 lajur (22,4 meter) 

6. Digroundbreaking Jokowi di 2015

Tersambung di 31 Oktober 2020, Ini 6 Fakta Jembatan Pulau BalangPresiden Jokowi memberikan keterangan pers, Sabtu 3 Oktober 2020 (Dok.Biro Pers Kepresidenan)

Untuk jembatan Pulau Balang, sebelumnya telah digroundbreaking oleh Presiden RI, Joko Widodo. 

Peresmian proyek itu dilakukan pada 19 November 2015 lalu. Saat itu, ada beberapa proyek strategis yang diresmikan Jokowi, diantaranya groundbreaking Bentang Panjang Jembatan Pulau Balang, groundbreaking pembangunan kereta api Borneo, groundbreaking National Marine Science and Technopark, groundbreaking Pelabuhan Benoa Taka di Kabupaten Penajam Paser Utara, serta groundbreaking proyek lanjutan Tol Balikpapan-Samarinda. 

Baca Juga: Jembatan Pulau Balang Rampung, Balikpapan-IKN Ditempuh Hanya 1 Jam

Topic:

  • Anjas Pratama

Berita Terkini Lainnya