100 Pelatih Fisik di Kukar Ikuti Pelatihan Garapan KONI Kaltim

Samarinda, IDN Times - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim berkomitmen meningkatkan kualitas pelatih fisik di wilayah Kaltim. Salah satu upaya yang digeber adalah kursus pelatih fisik level 1 nasional, yang menyasar 1.000 pelatih fisik yang ada di Kaltim.
Tahap pertama dan kedua pelatihan ini sudah tuntas dilaksanakan pada tahun lalu, dengan sasaran peserta pelatih fisik dari seluruh pengurus provinsi di masing-masing cabang olahraga. Selanjutnya, KONI Kaltim bakal memulai tahap pelatihan bagi pelatih fisik pada masing-masing kota/kabupaten di seluruh Kaltim.
1. Kutai Kartanegara jadi yang pertama

Ketua Panitia Pelatihan 1.000 Pelatih Fisik Level 1 Nasional, Ego Arifin mengatakan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah pertama yang kebagian jatah pelatihan.
"Pembukannya sudah dilakukan hari ini (3/1/2025) dan diikuti 50 pelatih fisik dari masing-masing pengurus cabang olahraga di bawah KONI Kukar," kata Ego, Jumat (3/1/2025).
2. Pelatihan dibagi dalam dua tahap

Khusus untuk Kutai Kartanegara, Ego menyebut pelatihan akan dilakukan dalam dua tahap, dengan masing-masing tahapan diikuti oleh 50 pelatih fisik.
"Tahap pertama dilakukan pada 3-6 Januari 2025, tahap kedua dilakukan pada 6-9 Januari 2025 nanti," kata Ego.
Setelah Kukar, selanjutnya pelatihan akan kembali digelar di Kabupaten Paser pada pertengahan Januari nanti.
"Setiap daerah kami targetkan 100 pelatih fisiknya dapat ambil bagian pada program KONI Kaltim ini," ujar dia.
3. Program 1.000 pelatih fisik demi dongkrak prestasi Kaltim

Persoalan fisik atlet tak bisa dipandang sebelah mata. Seperti yang terjadi Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara lalu, sejumlah atlet asal Kaltim tak mampu tampil optimal saat melakoni pertandingan penentuan. Hal itu karena kondisi kekuatan fisik yang kurang maksimal.
Pada PON XXI/2024 tersebut, Kaltim belum mampu memenuhi target masuk 5 besar. Kontingen Kaltim harus puas duduk di peringkat 8 klasemen, dengan koleksi 29 emas, 55 perak, dan 69 perunggu.
Banyaknya medali perak yang diraih atlet, menunjukkan banyak yang tak mampu tampil optimal di partai puncak.
"Berdasarkan hasil analisis, selain persoalan mental, persoalan fisik atlet juga memengaruhi. Sehingga pada partai final mereka justru tidak optimal," terang Ego Arifin yang juga menjabat Wakil Ketua I KONI Kaltim .
Faktor lain, kata dia, adalah tak semua pelatih mengerti cara meningkatkan kualitas fisik atlet. Hasil evaluasi ini, menjadi momen yang tepat untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang paham dari sisi peningkatan kualitas fisik. Program membangun 1.000 pelatih fisik pun digaungkan oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.