Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Borneo Mengeluh: Tak Bisa Latihan di JIS dan Jadwal Ramadan yang Padat

Borneo Mengeluh: Tak Bisa Latihan di JIS dan Jadwal Ramadan yang Padat
Pesepak bola asal Lebanon Mohammad Al-Husseini (kanan) mengontrol bola saat mengikuti latihan bersama Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

Samarinda, IDN Times - Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyoroti sejumlah persoalan teknis dan penyelenggaraan kompetisi jelang laga tandang menghadapi Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026). Dalam jumpa pers prapertandingan, pelatih asal Brasil itu mengaku sempat kecewa karena timnya tidak langsung diizinkan menjajal lapangan JIS untuk sesi latihan resmi.

“Begitu kami tiba di sini, kami baru diberi tahu bahwa kami tidak bisa menggunakan stadion untuk latihan resmi. Menurut saya, itu bukan latihan resmi jika kami tidak bisa menggunakan stadion,” ujar Lefundes diberitakan Antara, Senin (2/3/2026).

Manajemen Borneo FC kemudian melayangkan protes kepada panitia pelaksana. Setelah itu, tim akhirnya mendapat izin untuk menggunakan stadion sebagai tempat latihan resmi.

“Akhirnya manajemen juga mengajukan komplain, dan setelah itu kami diizinkan menggunakan stadion untuk latihan resmi,” lanjutnya.

1. Pelatih Borneo FC mengkritik kondisi tidak ideal bagi timnya

antarafoto-pemain-asing-baru-borneo-fc-samarinda-1755061764.jpg
Pesepak bola asing Borneo FC Samarinda asal Brasil Westherley Garcia (kiri) berlatih disaksikan pelatih Fabio Lefundes (kanan) di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (1/8/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar

Lefundes menilai situasi tersebut tidak ideal, terlebih kedua tim saat ini tengah bersaing ketat di papan atas klasemen. Ia menekankan pentingnya kerja sama demi kemajuan sepak bola nasional.

“Kalau kita ingin sepak bola Indonesia berkembang, kita harus bekerja sama. Dua tim ini sedang bersaing di papan atas dan kami juga membutuhkan kesempatan untuk berlatih di stadion. Hal seperti itu seharusnya tidak terjadi karena tidak baik,” tegasnya.

Selain persoalan fasilitas, Lefundes juga mengkritisi padatnya jadwal pertandingan selama bulan Ramadan. Ia menilai jarak antar laga lebih singkat dibandingkan periode normal kompetisi.

“Biasanya kami bermain setiap lima hari, tujuh hari, kadang sembilan hari atau bahkan 15 hari. Mengapa di bulan Ramadan kami harus bermain setiap tiga atau empat hari? Ini berhubungan dengan energi pemain, apalagi banyak pemain yang sedang menjalankan puasa,” katanya.

2. Permainan tim Liga Super terganggu

antarafoto-borneo-fc-samarinda-lawan-arema-fc-1772137801.jpg
Pesepak bola Borneo FC Samarinda Muhammad Alfharezzi Buffon (kiri) mengadang tendangan dari pesepak bola Arema FC Leo Guntara (kanan) dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/2/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada Borneo FC, tetapi juga seluruh tim yang memiliki pemain Muslim.

“Jadwal ini bukan hanya masalah bagi Borneo, tetapi untuk semua tim. Kita tahu hampir semua tim memiliki pemain Muslim, dan hal ini bisa berdampak pada performa. Ke depan, operator kompetisi seharusnya bisa mengantisipasi hal tersebut dengan lebih baik,” ujarnya.

Lefundes juga menyinggung kondisi lapangan JIS yang dinilainya kurang ideal dan berpotensi memengaruhi kualitas permainan kedua tim.

“Kondisi lapangan mungkin akan membuat permainan menjadi lebih sulit bagi kedua tim. Situasi seperti itu bisa menurunkan level permainan. Namun, kondisi ini sama-sama dirasakan oleh Persija maupun Borneo,” ucapnya.

3. Kesempatan memangkas poin atas pemuncak klasemen

antarafoto-borneo-fc-samarinda-kalahkan-arema-fc-1772137869.jpg
Pesepak bola Arema FC Dalberto Luan Belo (kedua kanan) berebut bola di udara dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Jose Cleylton (kedua kiri) dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (26/2/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Lefundes tetap optimistis laga akan berlangsung menarik. Ia menilai kedua tim memiliki kualitas pemain yang cukup untuk beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.

“Kami memiliki pemain berkualitas. Bermain di lapangan bagus atau tidak, kami berharap pertandingan besok tetap menjadi pertandingan yang bagus untuk semua,” pungkasnya.

Saat ini Borneo FC menempati peringkat ketiga klasemen sementara Super League dengan koleksi 49 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija yang berada di posisi kedua. Duel di JIS pun diprediksi berlangsung sengit karena berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas. Pemenang pertandingan nanti berpeluang memangkas jarak atas pemuncak klasemen Persib Bandung yang tertahan imbang saat melawan Persebaya Surabaya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest Sport Kalimantan Timur

See More

Borneo Mengeluh: Tak Bisa Latihan di JIS dan Jadwal Ramadan yang Padat

03 Mar 2026, 09:49 WIBSport