Kisah Dua Skater Cilik di Kalbar, Ikut Adu Skill di Skateboarding Day

Pontianak, IDN Times - Skateboarding Day Kalimantan Barat 2026 sukses digelar dengan meriah. Para skater dari berbagai daerah di Kalimantan Barat turut merayakan momen yang kerap disebut sebagai “lebaran” bagi komunitas skateboard tersebut.
Tak hanya menjadi ajang berkumpulnya para skater dewasa, perayaan ini juga diikuti oleh anak-anak pencinta skateboard. Mereka datang dari berbagai daerah di Kalimantan Barat untuk ikut meramaikan hari spesial yang dinantikan komunitas skateboard setiap tahunnya.
1. Skater cilik unjuk kebolehan di event tersebut

Salah satunya adalah Ranka (14 tahun), skater muda asal Pemangkat, Kabupaten Sambas. Dia rela datang ke Pontianak untuk mengikuti rangkaian kegiatan Skateboarding Day bersama para skater lainnya.
Ranka mengaku sudah mengenal skateboard sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Awalnya, dia belajar dari seorang senior bernama Pipin yang memperkenalkannya dengan olahraga ekstrem tersebut.
“Awalnya susah sekali. Kurang lebih lima tahun baru benar-benar bisa main dengan baik,” ujarnya, Senin (22/6/2026),
2. Dalami olahraga extrem, tak takut cedera

Meski kerap mengalami jatuh, luka hingga keseleo saat berlatih, Ranka tidak pernah kehilangan semangat. Dukungan orang tua menjadi salah satu alasan dirinya terus menekuni skateboard.
“Orang tua tidak marah kalau saya jatuh. Malah selalu menyemangati karena saya memang punya cita-cita jadi atlet skateboard profesional," katanya.
Remaja yang kini duduk di kelas 2 SMP itu mengaku mengidolakan atlet skateboard Indonesia, Basral Graito Hutomo.
Dia juga telah merasakan manisnya prestasi dengan meraih juara pertama pada kompetisi skateboard di Pontianak pada Agustus 2024 untuk kategori beginner dan open. Hingga kini, Ranka telah mengoleksi tiga kemenangan dalam berbagai lomba.
3. Dapat dukungan dari brand

Selain Ranka, semangat serupa juga ditunjukkan Riazka atau Azka (10 tahun), skater cilik asal Sintang. Dia datang ke Pontianak khusus untuk mengikuti perayaan Skateboarding Day yang hampir setiap tahun diikutinya.
Azka mulai bermain skateboard sejak usia 4 hingga 5 tahun. Ia berlatih secara rutin di kawasan Waterfront Sintang dan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk menguasai dasar-dasar permainan skateboard.
“Masih terus belajar supaya skill dan keseimbangan semakin bagus,” ujarnya.
Berbeda dengan Ranka yang sudah mengoleksi gelar juara, Azka mengaku belum pernah memenangkan kompetisi. Namun, bakat dan kegigihannya sudah mendapat perhatian dari sejumlah brand lokal yang memberikan dukungan perlengkapan dan pakaian.
Azka sendiri mengidolakan atlet skateboard internasional, Luan Oliveira, yang menjadi inspirasinya untuk terus berkembang di olahraga tersebut.
Kehadiran Ranka dan Azka menjadi bukti bahwa skateboard semakin diminati generasi muda di Kalimantan Barat. Meski harus menempuh perjalanan jauh.














