Borneo FC Siap Mati-matian Lawan Malut United, Mimpi Juara Belum Usai

Samarinda, IDN Times - Perburuan titel jawara BRI Super League 2025/26 belum benar-benar usai bagi Borneo FC Samarinda. Di tengah peluang yang tipis dan nasib yang tak sepenuhnya berada di tangan sendiri, tim berjuluk Pesut Etam itu masih memelihara asa meraih gelar juara.
Bagi Borneo FC, laga pekan ke-34 melawan Malut United FC di Stadion Segiri Samarinda bukan sekadar pertandingan penutup musim. Duel tersebut menjadi panggung terakhir perjuangan mereka dalam memburu trofi juara yang terus dijaga lewat konsistensi sepanjang musim.
Peluang itu memang tidak mudah. Borneo FC wajib mengalahkan Malut United sambil berharap Persib Bandung terpeleset saat menghadapi Persijap Jepara. Meski skenarionya berat, pelatih Fabio Lefundes menegaskan timnya tetap optimistis.
“Kita harus syukur karena di akhir kompetisi kita datang dengan kondisi yang bagus dan masih punya peluang. Pemain lagi bagus, latihan juga bagus. Kita harus sangat bersyukur dan mengapresiasi itu supaya bisa menjalani pertandingan luar biasa,” ujar pelatih asal Brasil tersebut dikutip dari website resmi Ileague.id, Sabtu (23/5/2026).
1. Atmosfir Stadion Segiri membawa kekuatan bagi Borneo FC

Atmosfer Stadion Segiri diprediksi dipenuhi ribuan suporter yang membawa harapan, doa, sekaligus kebanggaan atas perjalanan Borneo FC musim ini.
“Ini pertandingan terakhir musim ini dan pertandingan terakhir di Samarinda. Jadi kita mau kasih kado buat semua suporter yang hadir. Nanti kita lihat apa yang terjadi di pertandingan lainnya,” lanjutnya.
Tak banyak yang memprediksi Borneo FC mampu bertahan dalam perebutan gelar hingga pekan terakhir. Namun musim ini Pesut Etam justru tampil sebagai salah satu tim paling konsisten di kompetisi.
Di bawah racikan Fabio Lefundes, yang sebelumnya menangani Madura United FC dan Persita Tangerang, Borneo FC berkembang menjadi tim dengan karakter kuat dan mentalitas kompetitif.
2. Stabilitas permainan Borneo FC

Borneo FC tidak hanya tampil agresif saat menyerang, tetapi juga mampu menjaga stabilitas permainan di tengah ketatnya persaingan liga.
“Motivasinya tetap sama seperti saat kami memulai kompetisi ini. Kalian sendiri lihat bagaimana perjalanan tim sejak awal musim. Mungkin tidak banyak orang yang percaya kami masih bisa bersaing menjadi juara hingga akhir kompetisi. Itu sesuatu yang sangat bagus,” kata Fabio.
“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah kami lakukan sampai sekarang. Menurut saya, Borneo FC bersama tim-tim lainnya membuat kompetisi ini jadi lebih menarik,” sambung pelatih berusia 53 tahun tersebut.
3. Fokus hadapi laga Malut United FC

Meski peluang juara masih bergantung pada hasil pertandingan Persib, Fabio memastikan timnya tetap fokus penuh pada laga sendiri.
“Kalau melihat format kompetisi sekarang, menurut saya ini pertama kali terjadi dan itu hal yang bagus. Kita harus mengapresiasi situasi ini. Kalau besok kami mendapat rezeki dari Tuhan, tentu kami harus bersyukur,” ujarnya.
“Semoga kita bisa meraihnya karena itu akan membuat kami lebih bahagia. Tapi sebenarnya saya sudah bahagia dengan apa yang kami lakukan sampai saat ini,” tutup Fabio.













