Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mata Ditutup, Peserta Lomba Tangkap Babi di Pontianak Dibuat Kewalahan

Mata Ditutup, Peserta Lomba Tangkap Babi di Pontianak Dibuat Kewalahan
Peserta lomba tangkap babi di Pontianak. (IDN Times/Teri).
Share Article

Pontianak, IDN Times - Sorak sorai penonton pecah saat puluhan peserta berlarian mengejar babi dalam lomba tangkap babi pada ajang Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 di Rumah Radakng Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (24/5/2026).

Tingkah peserta yang salah arah, saling bertabrakan hingga terpeleset karena mata tertutup kain membuat lomba tersebut menjadi salah satu hiburan paling seru dalam rangkaian pesta budaya tahunan masyarakat Dayak itu.

Panitia lomba, Dani mengatakan, perlombaan tahun ini diikuti 26 peserta dari berbagai sanggar seni dan daerah di Kalbar, termasuk peserta dari Sanggar Kepatian dan Kabupaten Ketapang.

“Ini adalah lomba menangkap babi. Arena permainan juga kami perbesar dari sebelumnya 6x6 meter menjadi 6x10 meter supaya jangkauan permainan lebih luas,” ujar Dani.

1. Hiburan masyarakat pedalaman saat tunggu musim padi

IMG_0798.jpeg
Peserta berhasil menangkap babi. (IDN Times/Teri).

Menurutnya, ukuran arena yang lebih besar membuat tingkat kesulitan semakin tinggi, terlebih seluruh peserta diwajibkan menangkap babi dalam kondisi mata tertutup.

“Peserta memang agak kesulitan karena lapangan lebih besar empat meter dari tahun sebelumnya dan mata juga ditutup, jadi tantangannya lebih seru,” katanya.

Dani menjelaskan, lomba tangkap babi bukan sekadar hiburan semata, tetapi memiliki nilai budaya dan filosofi bagi masyarakat Dayak. Permainan tersebut dulunya menjadi hiburan rakyat di pedalaman saat menunggu musim panen padi atau gawai kampung.

“Filosofinya memang permainan rakyat waktu menunggu gawai padi atau panen di kampung-kampung masyarakat Dayak di Kalimantan,” jelasnya.

2. Tak ada peserta yang berhasil tangkap babi dengan mata tertutup

IMG_0669.jpeg
Keseruan peserta lomba tangkap babi. (IDN Times/Teri).

Karena banyak peserta kesulitan menangkap babi, panitia sempat mengubah aturan di babak akhir agar pemenang bisa ditentukan. Peserta akhirnya diperbolehkan mengejar babi tanpa penutup mata, namun dibatasi waktu hanya satu menit.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Paskalius Lagansuka. Peserta asal Kapuas Hulu yang kini tinggal di Pontianak itu berhasil keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu tercepat 03,55 detik.

“Seru sih. Menangkap babi ini salah satu ciri khas orang Dayak,” kata Paskalius usai lomba.

Ia mengaku sudah dua kali mengikuti perlombaan tersebut. Pada PGD tahun lalu, dirinya hanya mampu meraih posisi runner-up sebelum akhirnya menjadi juara pada tahun ini.

“Tahun lalu juara dua, sekarang bisa juara satu,” ujarnya.

3. Peserta asal Kapuas Hulu kembali juarai lomba

IMG_0793.jpeg
Peserta ikut lomba menangkap babi. (IDN Times/Teri).

Menurut Paskalius, tantangan terbesar dalam lomba itu adalah mencari arah babi saat mata tertutup, sehingga peserta harus mengandalkan fokus terhadap suara, aroma, dan gerakan hewan tersebut.

“Kesulitannya pas tutup mata tadi, lapangannya juga lebih luas,” katanya.

Meski terlihat menguras tenaga, Paskalius mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum bertanding.

“Nggak ada latihan khusus, fokus saja,” ucapnya.

Selain membawa pulang piala dan sertifikat, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan. Sementara babi yang digunakan dalam perlombaan tidak dibawa pulang peserta karena akan kembali digunakan dalam upacara penutupan adat PGD ke-40.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest Travel Kalimantan Timur

See More

Mata Ditutup, Peserta Lomba Tangkap Babi di Pontianak Dibuat Kewalahan

25 Mei 2026, 02:00 WIBTravel