Tanggapan Pertamina soal Mobil Kijang Penimbun BBM di Kapuas Hulu

Pontianak, IDN Times - PT Pertamina (Persero) buka suara soal mobil Kijang tangki siluman di Kapuas Hulu yang terbakar usai membawa sejumlah BBM, pada Senin pagi (15/1/2024).
Sebelumnya diberitakan bahwa ada mobil "siluman" di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) yang terbakar saat melakukan penimbunan BBM subsidi di SPBU setempat. Di dalam mobil ternyata ditemukan drum besar dan jeriken pengetap BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan Pertamina Patra Niaga Arya Yusa Dwicandra mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan Polsek Putussibau Utara.
“Sejauh ini pengisian dilakukan normal dengan jumlah pengisian 50 liter (operator beranggapan kapasitas mobil tersebut lebih dari 50 liter,” sebut Arya.
1. Petugas SPBU tak mengetahui ada tangki tambahan

Arya menyebutkan, menurut keterangan petugas SPBU juga tidak mengetahui terkait adanya drum atau tangki tambahan di dalam kendaraan yang terbakar dan meledak tersebut.
“Petugas tidak tahu kalau ada drum di dalam kendaraan yang terbakar itu, saat ini proses investigasi sedang dilakukan bersama Polsek Putussibau Utara,” ungkap Arya.
2. Pertamina siap berikan sanksi tegas

Jika dalam prosesnya ditemukan pelanggaran, Arya mengatakan bahwa pihaknya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi administrasi, hingga sanksi pemutusan hubungan usaha.
“Jika ditemukan bukti-bukti pelanggaran dari pihak SPBU dengan secara sengaja melakukan pengisian BBM tidak sesuai prosedurnya, maka Pertamina akan melakukan tindakan pembinaan sanksi,” ucap Arya.
3. Pertamina minta warga laporkan jika ditemukan penyimpangan

Sebagai sub holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga akan berkomitmen dan memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
“Bagi konsumen atau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait proses bisnis Pertamina Patra Niaga termasuk jika menemukan penyimpangan dalam pelayanan di lapangan, dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina,” tukasnya.





















