Eks Bandara Temindung Diproyeksikan Jadi Pusat OPD dan Ekonomi Kreatif

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus mematangkan rencana optimalisasi lahan eks Bandara Temindung Samarinda yang akan dikembangkan menjadi pusat pelayanan publik terpadu sekaligus kawasan ekonomi kreatif.
Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Adji Yudhistira, mengatakan pengembangan kawasan tersebut telah dirancang secara menyeluruh oleh Dinas PUPR Kaltim sejak 2024.
“Optimalisasi aset ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta menyediakan ruang baru bagi pelayanan pemerintahan dan pengembangan ekonomi kreatif di Samarinda,” ujar Adji diberitakan Antara di Samarinda, Selasa (20/1/2026).
1. Kompleks perkantoran modern

Ia menjelaskan, kawasan eks bandara akan dibangun sebagai kompleks perkantoran modern yang menampung sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim dijadwalkan mulai menempati lokasi tersebut pada 2028.
Menurut Adji, integrasi kantor pemerintahan dalam satu kawasan bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik.
Rencana ini juga mendapat dukungan Komisi II DPRD Kaltim sebagai bagian dari upaya pemanfaatan aset daerah secara produktif dan berkelanjutan.
2. Pelaku ekonomi kreatif di Samarinda

Selain fungsi pemerintahan, gedung eks Bandara Temindung kini telah dimanfaatkan sebagai Temindung Creative Hub (TCHub), yang menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang film, musik, dan seni.
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, Pemprov Kaltim menertibkan lapak liar dan bangunan tanpa izin di kawasan tersebut.
Pengelolaan aset ini dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta memenuhi indikator Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
3. Nilai sejarah bagi masyarakat di Samarinda

Bandara Temindung sendiri memiliki nilai historis bagi masyarakat Samarinda. Bandara ini diresmikan pada 24 Juli 1974 dan melayani penerbangan domestik hingga seluruh operasionalnya dipindahkan ke Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto pada Mei 2018.
Kini, eks Bandara Temindung bersiap memasuki babak baru sebagai pusat pelayanan publik dan penggerak ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.


















