Gen Z Ngabuburit Buat Papan Nama Braille dengan Teman Tunanetra

Pontianak, IDN Times - Semangat berbagi di bulan Ramadan ditunjukkan oleh para relawan muda di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Sejumlah Relawan Gen Z menggelar kegiatan seru bertajuk fun activity yang diakhiri dengan buka puasa bersama anak-anak tunanetra dari LPAI Sahabat Netra Ar-Rahmah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi para relawan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama membuat papan nama kamar yang dilengkapi huruf alfabet dan huruf braille.
1. Bantu teman tunanetra kenali huruf braille

Puluhan anak tunanetra terlihat antusias mengikuti kegiatan kreatif ini. Mereka menghias papan nama kamar yang nantinya akan ditempel di depan kamar masing-masing.
Selain melatih kreativitas, aktivitas ini juga membantu mereka mengenali dan menggunakan huruf braille dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Relawan Muda Pontianak, Amalia, mengatakan kegiatan ini memang dirancang untuk menghadirkan aktivitas positif sekaligus edukatif selama Ramadan.
“Kegiatan hari ini membuat papan nama kamar yang nantinya ditempel di depan kamar. Ada huruf alfabet dan juga huruf braille, lalu dihias agar lebih menarik,” terangnya, Selasa (10/3/2026).
2. Ajang relawan juga belajar huruf braille

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak tunanetra, tetapi juga menjadi kesempatan belajar bagi para relawan yang ingin mengenal huruf braille lebih dekat.
“Nah kegiatan ini sekaligus menjadi media belajar bagi teman-teman volunteer untuk mengenal bahasa braille. Jadi sambil membantu adik-adik membuat papan nama, para relawan juga belajar langsung dari mereka,” sebut Amalia.
Salah satu relawan bernama Cinta mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Dia mengatakan sejak lama tertarik mengikuti kegiatan relawan, khususnya yang memungkinkan dirinya berinteraksi langsung dengan anak-anak tunanetra.
“Saya memang tertarik dengan kegiatan volunteer. Selain itu, saya juga ingin berinteraksi langsung dengan anak-anak tunanetra dan belajar huruf braille dari mereka. Kebetulan komunitas mengadakan kegiatan ini, jadi saya langsung ikut,” terangnya.
3. Bentuk Ramadan penuh makna

Kegiatan ini menjadi salah satu momen Ramadan yang penuh makna. Tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat belajar antara relawan dan anak-anak tunanetra.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, Relawan Gen Z Pontianak berharap semakin banyak anak muda yang tergerak untuk terlibat dalam aktivitas sosial dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


















