Mobil Kijang Penimbun BBM di Kapuas Hulu Meledak, Sopir Luka Bakar

Pontianak, IDN Times - Mobil diduga penimbun BBM di Kapuas Hulu Kalimantan Barat (Kalbar) mendadak meledak, Senin (15/1/2024) pukul 10.30 WIB. Mobil jenis Toyota Kijang meledak ketika melakukan pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kapuas Hulu.
Warga yang berada di sekitar sontak langsung kaget dan heboh menyaksikan mobil mengalami kebakaran hebat.
Kepala Polisi Sektor Putussibau Utara Inspektur Satu Jauhari membenarkan kejadian tersebut, mobil tersebut tiba-tiba meledak usai melakukan pengisian BBM di SPBU Kapuas Hulu.
“Mobil tiba-tiba meledak usai mengisi bahan bakar,” kata Jauhari kepada wartawan.
1. Tiba-tiba api keluar dari dalam mobil

Jauhari mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, usai mengisi bahan bakar, mobil tersebut hendak keluar dari SPBU, namun tiba-tiba mengeluarkan api dari dalam mobil.
“Api kemudian dengan cepat menyebar. Mengeluarkan asap mengepul. Masyarakat panik berhamburan, terlebih di sela-sela terbakar, terdengar bunyi ledakan,” kata Jauhari.
Warga yang sedang antre BBM di SPBU langsung berhamburan karena mobil tersebut terbakar. Mereka menyelamatkan kendaraannya masing-masing dan menjauh dari lokasi kebakaran tersebut.
2. Ditemukan sejumlah jeriken di dalam mobil tersebut

Sebuah video yang menampilkan mobil tersebut terbakar beredar, terlihat drum yang disulap menjadi tangki minyak disimpan di dalam mobil. Selain itu, juga ada sejumlah jeriken berisi bahan bakar.
“Kalau dilihat, ini tangki siluman. Akan kita tindaklanjuti,” ungkap Jauhari.
Jauhari melanjutnya, pihaknya akan segera mengevakuasi tangki "siluman" beserta bahan bakar di dalamnya untuk dikeluarkan dari wilayah SPBU.
3. Sopir alami luka-luka

Pada insiden tersebut, Jauhari menerangkan bahwa sopir yang membawa mobil tersebut mengalami luka-luka sehingga dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan.
“Sopirnya seorang pria, saat ini sudah dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka bakar,” paparnya.
Usai beberapa jam dari insiden tersebut, saat ini kondisi di lokasi, kata Jauhari sudah kondusif setelah mobil dan bahan bakarnya dikeluarkan dari wilayah SBPU tersebut.




















