Anies paparkan program bantuan kepada pedagang pasar. (IDN Times/Teri),
Salah satu langkah nyata dari Pemprov Kalbar untuk mengendalikan harga sembako di antaranya adalah dengan menggencarkan operasi pasar. Seperti menjelang Natal beberapa waktu lalu, operasi pasar gencar digelar hampir di seluruh kabupaten kota.
Dalam operasi pasar tersebut Pemprov Kalbar menjual berbagai bapok dengan harga lebih murah dari pasaran. Di Kabupaten Sanggau misalnya dalam operasi pasar di sana Pemprov Kalbar menjual beras Rp60 ribu per lima kilogram, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp15 ribu per kilogram.
“Jadi kami menjual beras premium itu Rp60 ribu per lima kilogram, biasanya di pasar itu harganya sekitar Rp16-Rp17 ribu per kilogram, kalau ini Rp12 ribu per kilogram,” sebutnya.
Harisson mengatakan, jelang hari raya Natal dan tahun baru, atau perayaan hari besar agama lainnya, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok pasti meningkat.
Selain itu, kata Harisson, dalam operasi pasar tersebut juga dijual gula pasir seharga Rp14 ribu per kilogram. Sementara jika dilihat dari harga normalnya saat ini, gula pasir di pasaran dijual Rp17 ribuan per kilogram. Termasuk juga minyak goreng dijual Rp15 ribu per kilogram, lebih murah dari harga normal di pasaran seharga Rp17 ribu per kilogram.
“Jadi selisih harganya kami (Pemprov) subsidi. Ini untuk meringankan beban masyarakat seperti yang diperintahkan Pak Presiden, Pak Jokowi, agar pemerintah daerah terus meringankan beban masyarakat,” sebutnya.
Harisson mengimbau pemerintah kabupaten/kota rutin melaksanakan operasi pasar, dan gelar pangan murah. Kemudian juga memberikan bantuan sosial (bansos) bapok kepada masyarakat kurang mampu.
“Saya harap Bulog juga terus membanjiri pasar dengan beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan), untuk mengontrol harga beras premium di pasaran,” tukasnya.