Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjarmasin Belum Bisa Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
Siswa se Kota Banjarmasin makan bersama di Balai Kota Banjarmasin.

Banjarmasin, IDN Times - Program makan bergizi gratis mencuri perhatian masyarakat. Di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) program ini belum bisa dijalankan.

Hal itu disebabkan karena belum keluarnya petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Banjarmasin juga belum memasukkan anggaran khusus makan bergizi gratis tersebut. Kebutuhan anggarannya cukup besar, kurang lebih Rp880 juta untuk sekali makan bagi 88 ribu pelajar dengan estimasi Rp10 ribu per porsi.

1. Belum ada juknis dan anggaran khusus

Akhmad Baihaqi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Akhmad Baihaqi, menyampaikan bahwa pihaknya mengaku siap menjalankan program makan siang gratis.

Sampai saat belum ada petunjuk berapa anggaran yang akan didapatkan dari pusat. Sementara dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Banjarmasin juga belum disisihkan untuk program makan bergizi gratis.

“Intinya kami siap menjalankan makan bergizi gratis, tapi kami belum menerima anggarannya berapa dan petunjuk teknisnya seperti apa,” ujarnya.

2.Warga diimbau waspadai penipuan berkedok tender

Pedagang makanan di Banjarmasin.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sudah menerima laporan secara lisan bahwa ada banyak pengusaha catering yang berlomba-lomba membuat perusahaan agar bisa mendapatkan proyek penyedia makanan itu. Parahnya, hal itu juga dimanfaatkan oleh para penipu yang mengelabui korban menjadi pelaksana agar pemilik catering dapat bekerja sama dengannya.

“Infonya banyak pengusaha catering tertipu, dengan menyetor sejumlah uang jutaan rupiah. Lah kita belum tentu menjalankan program makan siang gratis, jadi kami imbau para pengusaha agar tidak mudah percaya dengan adanya penyedia jasa, waspada penipuan,” tutur Baihaqi.

3. Jika jalan, Pemkot harus siapkan Rp880 juta sekali makan

Makam bersama dengan konsep makanan bergizi di Banjarmasin.

Baihaqi melanjutkan, bahwa dinasnya sejauh ini belum menerima laporan langsung perihal modus penipuan tendor pemegang proyek makan siang gratis. Namun, ia meminta setidaknya itu menjadi kehati-hatian masyarakat.

“Kita hanya menerima informasi lisan dan membaca berbagai sumber berita. Kalau kasus di Banjarmasin belum ada dan mudahan saja tidak ada, oleh sebab itu lebih baik kita informasikan pencegahan,” tuturnya.

Seperti yang disampaikannya lalu, Bahwa Disdik Kota Banjarmasin telah menghitung ada 88 ribu pelajar baik swasta maupun negeri di kota ini. Jika makan bergizi dijalankan, misalnya dengan anggaran Rp10 ribu, setidaknya Pemko Banjarmasin harus mengeluarkan duit satu kali makan senilai Rp880 juta.

Editorial Team

Related Article