Langkah Selamatkan Badak Kalimantan, BKSDA Gelar Simulasi Evakuasi

Samarinda, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menggelar simulasi translokasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan badak pari Mahulu, salah satu individu badak Kalimantan yang masih bertahan di habitat alaminya.
Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto, mengatakan penyelamatan badak Kalimantan tidak cukup hanya dengan harapan, tetapi memerlukan kesiapan matang, ketelitian, serta kolaborasi berbagai pihak di lapangan.
“Upaya penyelamatan badak Kalimantan membutuhkan lebih dari sekadar harapan. Diperlukan kesiapan, ketelitian, dan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak terkait,” kata Ari dilaporkan Antara di Samarinda.
Simulasi tersebut merupakan inisiatif BKSDA Kaltim bersama Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT) dengan dukungan Tropical Forest Conservation Act Kalimantan (TFCA Kalimantan).
1. Proses penyelamatan badak di alam liar

Melalui pelatihan teknis ini, tim gabungan dilatih untuk menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat terjadi selama proses penyelamatan badak di alam liar. Latihan lapangan tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan setiap anggota tim memahami tugas, prosedur operasional, serta teknik penanganan satwa secara tepat dan terukur.
Dalam kegiatan itu, BKSDA Kaltim juga menghadirkan sejumlah pakar dan ahli konservasi badak tingkat nasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
2. Program konservasi badak liar di Kalimantan

Menurut Ari, diskusi dan pertukaran pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran strategis guna memperkuat kapasitas tim dalam mendukung keberhasilan program konservasi badak Kalimantan.
Badak pari Mahulu diketahui masih terdeteksi hidup di kawasan hutan pedalaman Kalimantan. Karena itu, simulasi ini menjadi bagian dari persiapan menuju rencana evakuasi satwa langka tersebut ke lokasi suaka yang dinilai lebih aman.
“Di balik setiap latihan yang dilakukan, ada tekad bersama untuk menjaga harapan bagi masa depan populasi badak Kalimantan,” ujarnya.
3. Keberadaan badak liar di Mahakam Ulu

Ari menambahkan, keberhasilan misi penyelamatan badak Kalimantan membutuhkan dukungan semua pihak. Menurutnya, keberadaan satwa langka tersebut masih nyata dan harus terus dijaga agar terhindar dari ancaman kepunahan.
“Badak Kalimantan masih ada dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” tegasnya.


















