Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jejak Manusia Purba di Kutim Jadi Prioritas, Enam Situs Dijaga Ketat

Jejak Manusia Purba di Kutim Jadi Prioritas, Enam Situs Dijaga Ketat
ilustrasi fosil prasejarah (Pexels.com/Alejandro Quintanar)
Share Article

Kutim, IDN Times - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kalimantan Timur-Kalimantan Utara terus memperkuat upaya pelestarian enam cagar budaya gua prasejarah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui penempatan juru pelihara di setiap situs.

Kepala BPKW XIV Kaltim-Kaltara, Titit Lestari, mengatakan keberadaan juru pelihara tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian situs bersejarah, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

"Kami menempatkan juru pelihara di lokasi cagar budaya agar warisan bersejarah ini tetap terjaga sekaligus menjadi sumber informasi bagi masyarakat," kata Titit dilaporkan Antara di Samarinda.

1. Kawasan kars Sangkulirang-Mangkalihat

Sangkulirang Mangkalihat (instagram.com/ganesayudhistira)
Sangkulirang Mangkalihat (instagram.com/ganesayudhistira)

Enam situs yang berada di Desa Tepian Langsat, Kutai Timur, dan menjadi bagian penting kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat tersebut masing-masing dijaga oleh petugas yang telah ditugaskan secara khusus.

Gua Tewet yang terkenal dengan gambar cadas purba dijaga oleh Rusdiansyah. Sementara Gua Tewet Atas yang berada di kawasan ceruk di atasnya dipelihara oleh Johansyah.

Adapun Ceruk Pindi yang berbentuk terowongan diawasi oleh Satriadi, sedangkan Gua Tengkorak yang menyimpan berbagai jejak aktivitas manusia prasejarah dijaga oleh Sugianor.

Untuk Ceruk Karim, tugas pemeliharaan dan pendampingan pengunjung dipercayakan kepada Muhammad Hendra. Sementara Gua Gerigi Saleh yang memiliki ruang luas dengan ratusan motif gambar cadas purba dijaga oleh Stepanus Gung.

2. Wisata edukasi di Kutai Timur

Karst Sangkulirang (instagram.com/aidilputra17)
Karst Sangkulirang (instagram.com/aidilputra17)

Titit menjelaskan, para juru pelihara tidak hanya berperan sebagai penjaga situs, tetapi juga menjadi pemandu wisata edukasi bagi pengunjung.

"Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai sejarah, nilai penting, hingga kondisi terkini dari masing-masing cagar budaya," ujarnya.

Selain memberikan informasi, para juru pelihara juga siap membantu pengunjung dalam mendokumentasikan kunjungan selama berada di kawasan gua prasejarah tersebut.

3. Perlindungan dan pelestarian kawasan prasejarah

Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros.
Taman Prasejarah Leang-Leang yang berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kabupaten Maros. (Nurulrahayu09, Taman Prasejarah Leang-leang view 1, CC BY-SA 4.0)

BPKW XIV turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian dengan memberikan penilaian dan masukan terhadap kualitas layanan di kawasan warisan budaya tersebut.

Menurut Titit, berbagai masukan dari pengunjung menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung upaya pelestarian situs bersejarah secara berkelanjutan.

"Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga dan merawat jejak peradaban yang sangat berharga ini," tuturnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest News Kalimantan Timur

See More

Masih Bingung Cari Kerja setelah Lulus? Coba 5 Tips Ini

01 Jun 2026, 17:00 WIBNews