Berstatus Tersangka Korupsi, Gubernur Kalsel Diminta Kesatria

Banjarbaru, IDN Times - Setelah lama tak muncul di hadapan publik sejak penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor, atau yang akrab disapa Paman Birin, akhirnya kembali tampil di depan umum. Ia langsung memimpin apel pagi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (11/11/2024).
Mengenakan pakaian dinas lengkap, Sahbirin terlihat lebih kurus dari biasanya. Kehadirannya disambut antusias oleh para ASN yang sudah lama tidak bertemu dengan pemimpin mereka. Usai apel, beberapa pegawai bahkan tampak menghampirinya untuk berjabat tangan.
1. Paman Birin sapa pegawai dan memotivasi

Dalam pidatonya, meski di tengah kondisi hukum yang menjeratnya, Sahbirin memberikan motivasi kepada para ASN untuk tetap bekerja dengan semangat dan fokus pada tugas masing-masing. Ia juga mendoakan keselamatan seluruh peserta apel serta memanjatkan doa untuk kesejahteraan Banua.
“Saya hari ini senang sekali melihat wajah-wajah Anda semua. Alhamdulillah, semoga Allah SWT selalu memberikan keselamatan kepada kita semua, dan Banua kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” ucapnya, seperti disampaikan oleh Biro Administrasi Pemprov Kalsel.
2. Paman Birin klaim dirinya tidak ke mana-mana

Sahbirin juga menegaskan bahwa selama ini dirinya tidak bepergian ke luar daerah, tetapi tetap berada di Kalimantan Selatan. Sebelum mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan pesan kepada ASN untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Apel tersebut diakhiri dengan sesi salam-salaman, di mana para ASN tampak penuh haru saat bertemu langsung dengan sang gubernur. Beberapa pegawai mengucapkan doa untuk kesehatan Sahbirin di tengah situasi yang ia hadapi. "Sehat-sehat, Paman," ujar salah satu pegawai dengan penuh haru.
Kehadiran Sahbirin di apel pagi ini menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah langkah ini menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.
3. Sahbirin Noor harus berjiwa kesatria hadapi KPK

Dr. M. Uhaib As’ad, seorang akademisi dari Universitas Islam Kalimantan (Uniska), berpendapat bahwa sebagai pejabat publik, Sahbirin seharusnya bersikap kesatria dalam menghadapi proses hukum. Menurutnya, sikap terbuka dan jujur di depan publik akan lebih terhormat daripada menghindar.
“Paman Birin seharusnya bersikap gentleman. Jangan bermain petak umpet. Tunjukkan bahwa beliau adalah seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan siap menghadapi KPK dengan sikap kesatria,” tegas Uhaib.
Pernyataan ini mencerminkan harapan publik agar pemimpin daerah tetap transparan dan berani menghadapi proses hukum dengan penuh integritas.


















