Kabut Asap Selimuti Pontianak, Kasus ISPA Naik 5 Persen

- Kabut asap karhutla menyelimuti Pontianak, terutama malam hingga pagi; kualitas udara di Pontianak Tenggara sempat tidak sehat dengan partikel di atas 200.
- Kasus ISPA dilaporkan naik sekitar 5 persen. Pemkot menyiagakan oksigen gratis di puskesmas dan rumah sakit serta mengimbau warga mengurangi aktivitas luar ruangan.
- Asap diduga berasal dari karhutla di sejumlah wilayah Kalbar. Pontianak menetapkan status darurat asap untuk memperkuat koordinasi pemadaman dan penanganan kesehatan.
Pontianak, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pontianak, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat, dengan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 5 persen.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, berdasarkan pemantauan alat pengukur kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara, kualitas udara sempat berada pada kategori tidak sehat pada malam hari.
“Jam 9 sampai jam 11 malam itu kondisinya kurang sehat. Artinya partikelnya lebih dari 200,” kata Edi, Selasa (11/8/2026).
1. Oksigen stand by di Puskesmas dan RS

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (IDN Times/Teri). Menurutnya, kualitas udara biasanya memburuk pada malam hingga dini hari karena partikel asap yang lebih berat cenderung turun dan berkumpul di permukaan.
“Kualitas udara malam hari dan subuh itu sangat jelek sampai dinyatakan tidak sehat,” ujarnya.
Mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, Pemkot Pontianak telah menginstruksikan Dinas Kesehatan, puskesmas dan rumah sakit untuk bersiap menghadapi peningkatan kasus ISPA.
“Kita sudah perintahkan di Dinas Kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk antisipasi terhadap masyarakat yang terserang ISPA, yaitu dengan standby oksigen. Oksigen gratis ada di puskesmas dan rumah sakit,” jelas Edi.
2. ISPA naik 5 persen di tengah kabut asap

Kabut asap tebal selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri). Edi mengungkapkan, laporan sementara dari Dinas Kesehatan menunjukkan kasus ISPA di Pontianak mengalami kenaikan sekitar 5 persen. Pemkot masih akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar dampak kabut asap terhadap peningkatan kasus tersebut.
“Ini ada kenaikan sekitar 5 persen yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan. Nanti kita akan cek lagi separah apa pengaruhnya,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya kelompok yang sensitif terhadap kualitas udara seperti anak-anak, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.
“Kalau keluar ruangan atau keluar rumah menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar dan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit kalau ada gejala ISPA yang akut,” tuturnya.
3. Kabut asap tebal di Pontianak kiriman dari kabupaten

Kabut asap karhutla selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri). Di sisi lain, Edi menyebut kondisi kabut asap di Pontianak tidak terlepas dari meluasnya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan BMKG, terdapat ribuan titik panas yang terpantau di Kalbar.
Ia menyebut beberapa wilayah dengan titik kebakaran cukup besar antara lain Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara dan Landak. Asap dari kebakaran tersebut kemudian terbawa angin hingga berdampak terhadap Pontianak.
Pemkot Pontianak juga telah menetapkan status darurat asap sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla bersama pemerintah provinsi, pemerintah pusat, TNI, Polri dan pihak swasta.
“Secara regulasi kita sudah membuat surat darurat asap di Kota Pontianak. Ini untuk memudahkan koordinasi, pertama bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” katanya.
Selain penanganan kesehatan, Pemkot juga terus mendorong percepatan pemadaman karhutla. Edi mengatakan kondisi lahan gambut yang kering membuat api sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman biasa.
“Panasnya sudah beberapa minggu ini tidak hujan. Suhu sampai di atas 35 derajat Celsius. Ini menyebabkan lahan gambut mudah terbakar dan sulit dipadamkan kalau hanya sekadar menyiram. Jadi harus dibasahkan,” tukasnya.


















