Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pontianak Dikepung Kabut Asap, Pelajar Diminta Belajar dari Rumah

Kota Pontianak
Pontianak Dikepung Kabut Asap, Pelajar Diminta Belajar dari Rumah
Kabut asap karhutla selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Kabut asap akibat karhutla menyelimuti Pontianak, dengan kualitas udara sempat tidak sehat pada malam hingga dini hari karena partikel asap turun ke permukaan.
  • Pemkot Pontianak mengalihkan pembelajaran TK, PAUD, SD, dan SMP menjadi daring mulai 10 Agustus 2026, sementara hingga kualitas udara membaik.
  • Warga diimbau membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan memeriksakan gejala ISPA; BMKG mencatat 4.041 titik panas di Kalbar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), terutama pada malam hingga pagi hari.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak meminta siswa TK, PAUD, SD hingga SMP untuk sementara mengikuti pembelajaran secara daring. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara akibat paparan asap.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kualitas udara di sejumlah wilayah Kota Pontianak sempat berada dalam kategori tidak sehat, terutama pada malam hingga dini hari.

"Kita sudah mudah merasakan, terutama pada saat malam dan pagi hari, kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Hasil pantauan alat pengukur kualitas udara yang ada di Kecamatan Pontianak Tenggara, tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB kondisinya kurang sehat," kata Edi, Senin (10/8/2026).

  1. 1. Kualitas udara di Pontianak masuk kategori tidak sehat

    Wali Kota Pontianak liburkan aktivitas belajar mengajar karena kabut asap. (IDN Times/Istimewa).
    Wali Kota Pontianak liburkan aktivitas belajar mengajar karena kabut asap. (IDN Times/Istimewa).

    Menurut Edi, kualitas udara biasanya membaik pada pagi hari. Namun, pada malam hingga dini hari, partikel asap cenderung turun ke permukaan sehingga membuat kualitas udara memburuk.

    "Biasanya karena tekanan udara di malam hari itu partikel asap lebih berat, jenisnya turun. Ini yang menyebabkan kualitas udara malam hari dan subuh sangat jelek sampai dinyatakan tidak sehat," ujarnya.

  2. 2. Sekolah diimbau belajar di rumah

    1d8f2516-2431-49cb-a8f5-e268dbda0682.jpeg
    Siswa di Pontianak memakai masker saat kabut asap. (IDN Times/istimewa).

    Untuk melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak, Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan pembelajaran daring.

    Mulai Senin (10/8/2026), siswa TK, PAUD, SD dan SMP diminta tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dan beralih ke sistem daring.

    "Mulai hari ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak membuat surat edaran untuk siswa TK, PAUD, SD, SMP agar tidak belajar tatap muka di sekolah, tetapi melalui daring," kata Edi.

    Ia menegaskan kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

    Pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan apabila kondisi udara sudah membaik dan berada pada kategori yang lebih aman.

    "Kita sambil menunggu perkembangan kondisi kualitas udara membaik. Kalau masih kategori sedang, kita akan normalkan kembali. Kita belum melihat tanda-tanda ada pengurangan kondisi asap ini," ujarnya.

  3. 3. Imbau warga batasi aktivitas di luar ruangan

    Kondisi cuaca Pontianak yang diselimuti kabut asap, Selasa (15/8/2023). IDN Times/Istimewa.
    Kondisi cuaca Pontianak yang diselimuti kabut asap, Selasa (15/8/2023). IDN Times/Istimewa.

    Selain mengalihkan pembelajaran ke sistem daring, Pemkot Pontianak mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan asap.

    Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker. Jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

    "Kalau keluar ruangan atau keluar rumah menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar dan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit kalau ada gejala-gejala ISPA yang akut," kata Edi.

    Edi menyebut kabut asap di Pontianak tidak terlepas dari aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Kalbar. Berdasarkan laporan BMKG, ribuan titik panas masih terpantau di wilayah tersebut.

    "BMKG melaporkan ada 4.041 spot panas kebakaran, di mana 3.560 titik dalam tingkat menengah dan 352 titik tinggi. Ada dua titik yang kategorinya masih rendah," ungkapnya.

  4. 4. Kabut asap karhutla di Kalbar

    Asap pekat yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Jumat (7/8/2
    Asap pekat yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyelimuti wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Jumat (7/8/2026) pagi hari. (dok. BPBD Kalbar)

    Menurut Edi, asap dari sejumlah wilayah terbawa angin hingga ke Kota Pontianak. Beberapa daerah yang disebut menjadi sumber asap antara lain Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara dan Landak.

    Pemkot Pontianak bersama pihak terkait juga terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api kembali menyala.

    "Kita terus padamkan sampai benar-benar tidak ada lagi bara di bawah. Ada beberapa titik, termasuk di utara kecil, ini akan kita padamkan," ujarnya.

    Edi berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu proses pemadaman karhutla sekaligus mengurangi kabut asap yang menyelimuti Pontianak.

    "Saya juga mengimbau kepada masyarakat, terutama masjid-masjid, untuk melakukan salat dan memohon doa turun hujan," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More