Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kabut Asap di Pontianak Diduga Berasal dari Perbatasan

Kota Balikpapan
Kabut Asap di Pontianak Diduga Berasal dari Perbatasan
Kabut asap tebal selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).
Intinya Sih
  • Kabut asap menyelimuti Pontianak saat kebakaran lahan meningkat di sekitar wilayah. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut hanya satu titik panas tersisa di kota dan telah dipadamkan.
  • Asap diduga turut berasal dari wilayah perbatasan serta kabupaten sekitar. Pemkot mengimbau warga tidak membakar lahan, terutama gambut, dan membatasi aktivitas luar ruang saat asap pekat.
  • Pemantauan 8 Agustus menunjukkan kualitas udara kategori sedang: ISPU PM2.5 Pontianak Tenggara 88, Kubu Raya 69, dan AQI-US 92. DLH meminta warga merujuk data AQMS Pontianak Tenggara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kabut asap mulai menyelimuti Kota Pontianak seiring meningkatnya aktivitas kebakaran lahan di sejumlah wilayah sekitar. Namun, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebut titik panas di dalam wilayah Kota Pontianak saat ini hanya tersisa satu lokasi.

Edi mengatakan, satu titik tersebut berada di kawasan Jalan Sepakat II Ujung. Api di lokasi itu telah berhasil dipadamkan dan saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

“Kalau asap yang di Pontianak ini dari perbatasan, kita setiap hari patroli. Begitu ada indikasi langsung ditindaklanjuti,” ujar Edi, Minggu (9/8/2026).

1. Asap di Pontianak dari perbatasan

IMG_9763.jpeg
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono saat padamkan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Menurut Edi, kondisi asap yang dirasakan warga Pontianak tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di dalam kota. Asap tebal juga diduga berasal dari kebakaran lahan di wilayah perbatasan dan sejumlah kabupaten di sekitar Pontianak. Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Kota Pontianak perlu diwaspadai, terlebih wilayah Kalimantan Barat mulai memasuki periode kemarau pada Agustus.

Edi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi asap semakin pekat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan warga yang memiliki gangguan pernapasan diminta lebih berhati-hati. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan kosong.

“Kami juga melarang warga untuk membakar lahan kosong. Karena di lahan gambut, kalau sudah terbakar, sulit untuk dipadamkan dan akan menimbulkan asap,” tegasnya.

2. Minta warga cermat pantau kondisi kualitas udara

IMG_9766.jpeg
Ada 1 titik api di Kota Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Pemkot Pontianak, lanjut Edi, terus melakukan pemantauan kualitas udara sebagai langkah antisipasi. Salah satunya melalui stasiun pemantau kualitas udara yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono meminta masyarakat lebih cermat membaca informasi kualitas udara yang beredar di berbagai platform.

Menurutnya, sumber data dari masing-masing platform bisa berbeda, baik dari lokasi alat pemantau, metode pengukuran maupun metode perhitungan indeks kualitas udara.

“Data AQMS Pontianak Tenggara sampai saat ini belum terdaftar sebagai kontributor data pada laman tersebut. Karena itu, masyarakat perlu melihat sumber datanya, bukan hanya angka yang muncul,” jelas Usmulyono.

Ia mengatakan, Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien atau AQMS Pontianak Tenggara merupakan satu-satunya stasiun AQMS Kementerian Lingkungan Hidup yang berada di wilayah Kota Pontianak.

3. Minta warga kurangi aktivitas di luar ruangan

IMG_9614.jpeg
Kabut asap karhutla selimuti Pontianak. (IDN Times/Teri).

Berdasarkan pemantauan pada 8 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, data AQMS Pontianak Tenggara mencatat ISPU PM2.5 sebesar 88 dan masuk kategori sedang. Pada waktu yang sama, AQMS Kubu Raya mencatat ISPU PM2.5 sebesar 69, sementara platform IQAir menunjukkan AQI-US PM2.5 sebesar 92. Ketiganya masih berada pada kategori sedang.

Usmulyono menjelaskan perbedaan angka tersebut bukan berarti salah satu data tidak valid. Perbedaan dapat terjadi karena masing-masing sistem menggunakan metode, lokasi alat dan perhitungan indeks yang berbeda. Selain itu, kondisi cuaca, radius pemantauan, data berbasis darat maupun pemodelan menggunakan citra satelit juga dapat memengaruhi angka yang ditampilkan.

Karena itu, DLH Pontianak mengimbau masyarakat menjadikan data AQMS Pontianak Tenggara sebagai salah satu rujukan utama untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Kota Pontianak. Di tengah meningkatnya kabut asap, masyarakat juga diminta tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More